Spirit Baru Pesantren, Pengurus FPP Karawang Resmi 2026 di Kukuhkan
Karawang: Pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Karawang resmi di kukuhkan di Aula Husni Hamid, pada Rabu pagi (11/02/2026).
Pengukuhan tersebut di hadiri langsung Bupati Karawang melalui Kabag Kesra Aep Saepudin, Perwakilan Kapolres dan Dandim 0604/Karawang, Pejabat Kesbangpolinmas bersama Forkopimda, Kepala Kemenag Karawang melalui Kasie PD Pontren, Ketua MUI Karawang KH Tajudin Noor, Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang H Deden Permana dan puluhan Ketua dan Pengurus FPP Kecamatan se Kabupaten Karawang.
Ketua FPP Karawang KH Abdul Hayi S.Pdi mengatakan, pihaknya meneruskan kepemimpinan kepengurusan sebelumnya dibawah kendali KH Dading Muhtadin. Atas kepercayaan ini, pihaknya berharap kemajuan pesantren dan FPP semakin kuat di Karawang, tentunya lewat arahan, bimbingan dan kolaborasi lintas sektor yang semakin optimal.
Kami dari FPP, sebut Pengasuh Pesantren Tarbiyatul Wildan Rawamerta ini, memohon dukungan kepada semua para Kyai dan Pengasuh Pesantren di Karawang agar FPP bisa berdaya dan mengawal program-program penerintah yang tepat menyasar kepada Pondok - Pondok pesantren di Karawang.
"Ini adalah rumah bersama, maka mari bangun dan maju bersama, " seru jebolan Pesantren Sedayu Gresik ini.
Kabag Kesra Setda Karawang, Aep Saepudin mengungkapkan apresiasinya kepada FPP Karawang yang menjalin hubungan yang baik dengan Pemkab Karawang. Pihaknya siap suport kegiatan-kegiatan FPP Karawang agar lebih maju dan berdaya khususnya bagi pesantren-pesantren di Karawang.
"Kami yakin, FPP Karawang semamin berdaya. Insha Alloh Pemda siap support termasuk di Aplikasi SIPD saat di buka nanti, bisa untuk menopang kemajuan organisasi, " ungkapnya.
Kasie PD Pontren Kemenag Karawang H Dadang Hamidi, pesanten adalah institusi asli yang ada di Indonesia yang keberadaannya sudah diakui bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh dunia. Bahkan pemerintah sudah terbitkan UU Pondok Pesantren 19 tahun 2018, ini adalah bukti dari para muassis Pondok Pesantren mengaplikasikan eksistensinya untuk kebesaran Pesantren.
Impactnya, sebut Dadang, bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2025, Presiden RI sudah tetapkan lahirnya Dirjen Pondok Pesantren secara mandiri yang selama ini dibawah naungan Dirjen Pendis. Dengan begini, tambahnya Dirjen Ponpes akan memiliki ruang lebih leluasa dalam pengelolaan keuangan dan penganggaran. Apalagi, Mentri Agama RI Prof Nasarudin Umar sudah ajukan anggaran ke Menteri Keuangan dan DPR RI yang khusus untuk penguatan Pesantren dengan nominal Rp12,3 Triliun.
"Se Jawa Barat saja ada sekutar
2.500 Pondok Pesantren, semoga dengan terbentuknya Dirjen ini bisa lebih mengoptimalkan Pon Pes dengan tujuan Indonesia Emas yang kuat akhlaknya bagi para generasi kedepan, " ungkap Dadang.
Dadang menambahkan, dengan terbentuknya FPP Karawang ini, kita support kemajuannya dan menghadirkan kolaborasi bersama Kemenag dan Pemerintah. Untuk Saat ini, program masih seputar peningkatan kapasitas pesantren, kemandirian ekonomi dan pendidikan keagamaan, sisanya nanti ia harap bagaimana Pon Pes baik pengasuh maupun santrinya bisa melek digital, Karena diakuinya literasi digital lingkungan pesantren masih belum beradaptasi optimal dengan kemajuan teknologi saat ini.
"Mari sama-sama formulasi kan kemajuan pesantren dan FPP kedepan dengan memperkuat kolaborasi dan eksistensi, " ujarnya. (rd)


