Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Lebaran 2026: Permintaan Kue Kering Bandung Melonjak

Bandung, : Produsen meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen guna memenuhi pesanan hampers dan varian rasa baru.
Produsen meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen guna memenuhi pesanan hampers dan varian rasa baru.

Industri kudapan rumahan di Jawa Barat mulai merasakan akselerasi ekonomi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Memasuki pertengahan Ramadhan 2026, produsen kue kering di kawasan Bojong Koneng, Kota Bandung, melaporkan adanya lonjakan permintaan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kesibukan di sentra produksi meningkat tajam seiring dengan upaya perusahaan memenuhi tenggat waktu pengiriman. 

Para pekerja dikerahkan secara intensif untuk mengolah adonan hingga melakukan proses pengemasan akhir guna menjaga rantai pasok tetap stabil di tengah tingginya antusiasme pasar.

Salah satu produsen lokal, A. Saeful Rachim, menjelaskan bahwa tren pertumbuhan pasar tahun ini jauh lebih positif. Pihaknya mencatat pertumbuhan volume pesanan mencapai angka 30 persen jika dikomparasikan dengan data tahun 2025.

Produsen meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen guna memenuhi pesanan hampers dan varian rasa baru.

"Guna mengantisipasi eskalasi pesanan yang terus merangkak naik menjelang hari raya, kami mengambil langkah strategis dengan menambah jumlah tenaga kerja hingga dua kali lipat dari kapasitas operasional normal," ujar Jumat 6 Maret 2026

Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran

Tahun ini, strategi diferensiasi produk menjadi kunci utama dalam memenangkan kompetisi pasar. Produsen meluncurkan tiga varian rasa anyar untuk memberikan pengalaman kuliner yang berbeda bagi konsumen, tanpa mengesampingkan standar kualitas bahan baku yang selama ini menjadi ciri khas.

Selain inovasi pada aspek rasa, estetika kemasan juga menjadi fokus utama. Penggunaan desain hampers yang eksklusif dan elegan bertujuan untuk menyasar segmen pasar hantaran (kado) yang kian populer di kalangan masyarakat urban.

Loyalitas konsumen tetap menjadi pilar utama bisnis ini. Nita, seorang pelanggan setia asal Bandung, menyatakan bahwa kualitas yang konsisten menjadi alasan utamanya kembali bertransaksi setiap tahunnya.

"Kue ini telah menjadi elemen wajib di rumah kami saat Lebaran. Selain untuk konsumsi pribadi, saya rutin memesan dalam jumlah besar sebagai bingkiah resmi untuk kerabat dan keluarga besar," ungkap Nita di lokasi penjualan.

Secara akumulatif, fasilitas produksi ini mampu menghasilkan hingga 200 ton kue kering per tahun. Untuk musim Lebaran 2026 sendiri, pihak manajemen telah menyiapkan sedikitnya 12.000 paket parsel siap distribusi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus menguat.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads