Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Menhub Sarankan Warga Mudik Lebih Awal Sejak H-8, Ini Alasannya

Jakarta: Menhub Dudy Purwagandhi sarankan keberangkatan mulai 13 Maret menyusul adanya potensi lonjakan mobilitas masyarakat yang masif.
Foto ilustrasi

Pemerintah memproyeksikan mobilisasi masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026 akan mencapai angka signifikan, bahkan berpotensi melampaui estimasi awal hasil survei nasional.

Lonjakan arus penumpang ini diperkirakan terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang tetap menjadi episentrum aktivitas ekonomi sekaligus titik keberangkatan utama pemudik.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa tren mobilitas menjelang Idulfitri secara konsisten menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan prakiraan teknis.

Fenomena ini mendasari pemerintah untuk merumuskan berbagai skenario pengaturan lalu lintas demi mencegah terjadinya stagnasi kendaraan di jalur-jalur krusial.

"Masalah Lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei. Pergerakan terbesar berasal dari Jawa Barat sekitar 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur," ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu 11 maret 2026.

Pemetaan Arus dan Titik Aglomerasi

Data kementerian menunjukkan bahwa tingginya arus keberangkatan dari Jawa Barat berkaitan erat dengan kepadatan populasi dan integrasi wilayah tersebut dengan kawasan metropolitan Jakarta.

Sementara itu, Jawa Tengah diprediksi akan menjadi destinasi utama bagi para pemudik tahun ini.

"Jika dilihat dari sisi tujuan perjalanan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang. Setelah itu disusul Jawa Timur dan Jawa Barat," tambah Dudy.

Pada skala lokal, wilayah aglomerasi Jabodetabek mencatatkan angka keberangkatan yang masif.

Kabupaten Bogor menjadi wilayah asal pergerakan terbesar dengan total 5,35 juta orang, disusul oleh Kabupaten Tangerang. Di tingkat kota, Jakarta Timur tercatat menyumbang 2,56 juta pemudik, diikuti oleh Kabupaten Bekasi.

Kebijakan Kerja Fleksibel sebagai Solusi

Guna memitigasi risiko penumpukan volume kendaraan pada puncak arus mudik, pemerintah mendorong implementasi kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA). Langkah strategis ini diharapkan dapat mendistribusikan beban perjalanan agar tidak terfokus pada satu waktu tertentu.

Kebijakan ini juga mempertimbangkan momentum Idulfitri 2026 yang jatuh berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, menciptakan peluang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal.

"Dengan diterapkannya Work From Anywhere pada tanggal 16 dan 17 Maret pada masa arus mudik, masyarakat diharapkan dapat berangkat lebih awal dimulai dari H-8 yaitu Jumat 13 Maret 2026," jelas Menhub.

Langkah preventif ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memastikan kelancaran logistik dan kenyamanan mobilitas warga di tengah tantangan infrastruktur transportasi nasional yang akan menghadapi beban puncak pada pertengahan Maret mendatang.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads