BBM Naik Tajam, Pakistan Gratiskan Transportasi Selama 30 Hari
Pakistan : Pemerintah Pakistan mengambil langkah cepat untuk meredam dampak lonjakan harga bahan bakar dengan menggratiskan layanan transportasi umum di Islamabad dan wilayah padat penduduk lainnya selama 30 hari ke depan.
Kebijakan ini muncul setelah kenaikan harga bensin hingga 42,7 persen menjadi 485 rupee per liter memicu aksi protes warga serta antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Menanggapi situasi tersebut, Perdana Menteri Shehbaz Sharif memutuskan untuk merevisi kebijakan harga dengan menurunkannya menjadi 378 rupee per liter.
“Penurunan harga ini akan berlaku setidaknya selama satu bulan,” ujar Sharif dalam pidato nasional yang disiarkan televisi, dikutip dari AFP, Sabtu (4/4/2026).
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Saya berjanji tidak akan berhenti sampai kehidupan Anda kembali normal,” katanya.
Namun demikian, harga solar tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka 520 rupee per liter setelah sebelumnya naik signifikan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menyampaikan bahwa kebijakan transportasi gratis mulai diberlakukan sejak Sabtu.
“Seluruh transportasi umum di Islamabad digratiskan untuk masyarakat selama 30 hari ke depan,” ujarnya melalui pernyataan di media sosial.
Pemerintah disebut akan menanggung beban anggaran sekitar 350 juta rupee untuk kebijakan tersebut.
Langkah serupa juga dilakukan di Provinsi Punjab oleh Maryam Nawaz Sharif dengan menghapus tarif angkutan umum milik pemerintah serta memberikan subsidi khusus bagi angkutan barang dan bus.
Di Provinsi Sindh, pemerintah daerah turut memberikan bantuan kepada pengendara sepeda motor dan petani kecil guna mengurangi dampak kenaikan harga energi.
Kenaikan harga bahan bakar ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada distribusi minyak global. Jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia menuju Asia, turut terdampak oleh situasi tersebut.(*)
