Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Jakarta Masuk Kota Teraman Asia Tenggara 2026, Peringkat Kedua Setelah Singapura

Jakarta : Kota Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara tahun 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index. Ibu kota Indonesia ini meraih skor keamanan 0,72, berada di bawah Singapore yang mencatat skor sekitar 0,90.

Jakarta Masuk Kota Teraman Asia Tenggara 2026, Peringkat Kedua Setelah Singapura

Dalam daftar tersebut, Jakarta berhasil mengungguli sejumlah kota besar lainnya di kawasan, seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila.

Penilaian Global Residence Index mencakup berbagai indikator, mulai dari tingkat kriminalitas, kecelakaan, stabilitas sosial, risiko bencana, hingga kualitas struktur sosial di suatu kota.

Pemerhati kota Jakarta, Zulfikar Marikar, menilai capaian ini merupakan kelanjutan tren positif sejak 2025, ketika Jakarta masih berada di kelompok menengah kawasan ASEAN. Ia menyebut kebijakan pemerintah daerah turut berkontribusi dalam peningkatan tersebut.

Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno berperan dalam memperkuat sistem keamanan kota melalui integrasi transportasi publik, digitalisasi layanan, serta pengembangan ruang publik yang inklusif.

“Perbaikan indikator keamanan pada periode tersebut menjadi fondasi bagi lonjakan peringkat pada 2026. Peningkatan mobilitas melalui transportasi umum menjadi salah satu faktor penting,” ujar Zulfikar dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Ia mencontohkan layanan TransJakarta yang mencatat 413 juta penumpang sepanjang 2025, meningkat dari sekitar 371 juta pada tahun sebelumnya, dengan rata-rata 1,4 juta perjalanan per hari.

Zulfikar menjelaskan, tingginya penggunaan transportasi publik turut berkontribusi pada peningkatan keamanan. Peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal dinilai mampu mengurangi kemacetan sekaligus menekan potensi konflik dan kecelakaan di jalan.

“Sistem koridor khusus dan halte terintegrasi menciptakan ruang publik yang lebih terkendali. Aktivitas di titik-titik tersebut juga menghadirkan pengawasan sosial alami yang mampu menekan peluang kejahatan,”jelasnya.

Selain transportasi, ruang publik juga dinilai berperan dalam memperkuat rasa aman masyarakat. Kawasan seperti Bundaran HI kerap menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya, mulai dari perayaan keagamaan hingga kegiatan masyarakat terbuka.

Kegiatan budaya seperti Lebaran Betawi hingga halal bihalal di Lapangan Banteng juga memperkuat interaksi sosial yang inklusif dan kondusif.

Di sisi lain, pengendalian banjir turut menjadi faktor penting dalam penilaian keamanan kota. Penurunan luas genangan di sejumlah wilayah rawan menunjukkan peningkatan kapasitas Jakarta dalam mengelola risiko non-kriminal.

“Keamanan kota tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga kemampuan mengendalikan risiko seperti banjir. Ini yang membuat Jakarta dinilai lebih aman secara menyeluruh,”lanjutnya.

Zulfikar menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat layanan publik melalui digitalisasi dan peningkatan respons terhadap laporan masyarakat. Upaya tersebut dinilai mampu menciptakan sistem kota yang lebih terintegrasi dan responsif.

“Kenaikan peringkat ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan publik agar target menjadikan Jakarta sebagai kota global dapat tercapai,” pungkasnya.(*)

Hide Ads Show Ads