Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp220 Juta Per Kursi

New York: FIFA buka suara soal mahalnya biaya nonton laga pembuka Amerika Serikat vs Paraguay.

Presiden FIFA, Gianni Infantino (Foto: AP Sport)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan pembelaan terkait tingginya harga tiket Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara. 

Dalam pernyataannya, Infantino menekankan bahwa turnamen empat tahunan ini merupakan pilar finansial utama bagi keberlangsungan sepak bola global.

Berbicara dalam forum ekonomi tahunan Semafor di New York Jumat 17 April 2026, Infantino menggarisbawahi status FIFA sebagai organisasi nirlaba. 

Ia menjelaskan bahwa seluruh pendapatan yang diraih dari ajang bergengsi ini akan dikembalikan untuk pengembangan sepak bola di 211 negara anggota.

"Banyak orang tidak menyadari bahwa FIFA adalah organisasi nirlaba. Seluruh pendapatan yang kami hasilkan diinvestasikan kembali untuk mengelola permainan ini di seluruh dunia," ujar Infantino dalam sesi tanya jawab tersebut.

Keseimbangan Finansial Global

Infantino memaparkan bahwa mayoritas negara anggota FIFA sangat bergantung pada hibah yang dihasilkan dari siklus Piala Dunia. 

Menurutnya, tanpa dukungan dana tersebut, tiga perempat dari negara anggota kemungkinan besar tidak akan mampu menjalankan kegiatan sepak bola secara terorganisir.

"Kami selalu berupaya menemukan keseimbangan yang tepat," tambahnya, merujuk pada strategi penentuan harga di tengah kritik publik.

Dinamika Pasar Amerika Serikat

Pasar Amerika Serikat disebut Infantino sebagai "pasar yang sangat spesial." Komitmennya untuk memahami karakteristik pasar ini bahkan ditunjukkan dengan keputusan Infantino untuk menetap di Amerika Serikat selama hampir tiga tahun terakhir guna memantau persiapan secara langsung.

Namun, laporan dari situs pasar sekunder seperti StubHub menunjukkan angka yang sangat kontras bagi kantong penonton umum. 

Tiket termurah untuk laga pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay dipatok mulai dari Rp21,4 juta, sementara kursi di area premium lower bowl dibanderol hingga Rp220,5 juta per kursi.

Puncak lonjakan harga terlihat pada laga final yang akan digelar di wilayah New York. Satu tiket di tribun atas ditawarkan seharga Rp139,5 juta, sedangkan posisi terbaik di tribun bawah mencapai angka fantastis Rp393,7 juta.

Sebagai respons atas kekhawatiran terkait aksesibilitas, FIFA telah memperkenalkan opsi tiket seharga Rp945.000 (60 USD) yang tersedia dalam porsi kecil di setiap lokasi pertandingan.

Skala Turnamen Terbesar

Piala Dunia 2026 akan mencetak sejarah sebagai edisi terbesar dengan partisipasi 48 tim yang terbagi dalam 12 grup. Sebanyak 104 pertandingan akan digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Infantino mengingatkan bahwa jendela pendapatan FIFA sangat terbatas dibandingkan dengan beban operasional jangka panjang organisasi.

"Piala Dunia hanya berlangsung satu bulan setiap empat tahun. Kami menghasilkan uang dalam satu bulan tersebut, lalu menghabiskannya selama 47 bulan berikutnya hingga Piala Dunia berikutnya tiba," tutupnya.(*)

Hide Ads Show Ads