Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Hardiknas 2026, Mendikdasmen Ajak Bangun SDM Unggul Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo

Karawang : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan pentingnya faktor 3M sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di tanah air. Hal tersebut disampaikan melalui tayangan pidatonya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Sabtu pagi.
Foto : Ucapan Hari Pendidikan Nasional

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa tanpa dukungan faktor tersebut, kebijakan pendidikan tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan bangsa.

“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” kata Mendikdasmen Mu'ti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

Ia menegaskan, tanpa ketiga faktor tersebut, seluruh kebijakan yang telah berjalan hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas belaka. Capaian pendidikan pun nantinya hanya akan sekadar ditandai dengan angka-angka kuantitatif tanpa substansi yang kuat untuk membangun karakter bangsa.

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, Mu'ti memaknai pendidikan sebagai proses mencerdaskan kehidupan serta membangun watak dan peradaban bangsa. Pendidikan merupakan proses menumbuhkembangkan potensi manusia menjadi insan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, hingga mandiri.

“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada lembaga mitra, baik di dalam maupun luar negeri, yang telah menjalin kerja sama baik dengan Kemendikdasmen.

Selama delapan belas bulan terakhir, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua melalui berbagai regulasi. Langkah ini melibatkan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan utama, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.(*)

Hide Ads Show Ads