Sah Ada Maung di Pangkal.Perjuangan ! Disdik Jabar Tunjuk SMA 5 Karawang Sebagai Sekolah Manusia Unggul
Karawang : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat secara resmi menunjuk SMA Negeri 5 Karawang sebagai salah satu satuan pendidikan unggulan yang bertransformasi menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung) mulai tahun ajaran 2026/2027.(18/5/26).
Program ini mengadopsi penuh gagasan strategis Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) yang berkomitmen merombak sistem pendidikan guna melahirkan generasi muda Jawa Barat yang berkarakter kuat dan kompetitif.
Sekolah yang berlokasi di Karawang Timur ini terpilih bersama puluhan sekolah elite se-Jawa Barat untuk menerapkan model kurikulum khusus berbasis optimalisasi bakat, kompetensi, serta penguatan karakter anak didik.
Penetapan SMAN 5 Karawang didorong oleh status sekolah ini yang memegang predikat sekolah favorit dengan animo pendaftar yang selalu tinggi di wilayah tersebut. Melalui konformasi resmi data nomor pokok sekolah nasional (NPSN) 20237386 pada rilisan Cadisdik Wilayah IV, institusi ini dipastikan mengadopsi skema kelas mini intensif yang membatasi kapasitas belajar maksimal hanya 32 siswa per rombongan belajar (rombel) demi menjamin efektivitas pengajaran.
Berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya, proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 5 Karawang nantinya tidak akan lagi melibatkan jalur zonasi konvensional berdasarkan jarak domisili.
Sistem seleksi akan dialihkan sepenuhnya 100% menggunakan jalur prestasi kombinasi, mencakup prestasi akademik lewat akumulasi nilai rapor/Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta prestasi non-akademik dari sertifikasi kejuaraan resmi maupun hak kekayaan intelektual (HKI) atas inovasi siswa.
Pasca-distribusi akun digital lulusan SMP yang bergulir pada 18–22 Mei 2026, agenda penting berikutnya bagi calon peserta didik baru adalah tahap pemetaan peminatan khusus Sekolah Maung yang dijadwalkan dibuka secara daring pada 25 Mei 2026.
Pihak sekolah bersama dinas terkait saat ini terus mematangkan kesiapan ruang kelas, klasifikasi tenaga pendidik, serta skema kelas peminatan khusus olahraga, seni, dan industri kreatif agar implementasi kurikulum berjalan maksimal.(*)
