Seorang Bocah SMP Hanya Karena Perebutkan Gadis Pujan Berujung Maut
Bekasi : Kasus penusukan yang menewaskan seorang anak di bawah umur terjadi di wilayah Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Insiden tragis tersebut dipicu konflik berkepanjangan di media sosial antara korban dan pelaku yang sama-sama masih berstatus pelajar SMP.(16/5/26).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan perselisihan bermula dari saling ejek di media sosial hingga berujung saling tantang untuk bertemu.
“Awalnya terjadi konflik di media sosial, kemudian saling menantang,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu kemadin, 14 Mei 2026 dikutip dari Pikiran Rakyat.
Pertemuan antara korban dan pelaku berlangsung pada Rabu malam, 22 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Keributan kemudian berkembang menjadi perkelahi4n.
Dalam peristiwa tersebut, pelaku berinisial YY (14) diketahui telah membawa pisau sebelum pertemuan berlangsung. Korban yang berusia 13 tahun kemudian mengalami luk4 tusuk fatal dan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut Kusumo, persoalan asmara diduga menjadi salah satu pemicu utama konflik kedua remaja tersebut. Hubungan dekat dengan seorang perempuan disebut ikut memperkeruh perselisihan.
“Permasalahan juga berkaitan dengan hubungan dekat dengan perempuan,” katanya.
Korban dan pelaku diketahui saling mengenal melalui media sosial sebelum akhirnya sepakat bertemu untuk berkelahi secara langsung.
Saat ini, pelaku yang berstatus anak berhadapan dengan hukum telah diamankan dan proses hukum disebut sudah memasuki tahap dua setelah penyerahan ke pihak kejaksaan.(*)
