BGN Tegaskan MBG Prioritas Utamanya Ibu Hamil dan Balita
Jakarta : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan bagi peserta didik di sekolah. Menurutnya, kelompok yang menjadi prioritas utama dalam program tersebut adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.(1/6/26).
Sony mengatakan, penegasan tersebut terus disampaikan dalam berbagai kegiatan konsolidasi program MBG di sejumlah daerah. Kegiatan itu melibatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan dan mitra pelaksana, serta satuan tugas MBG tingkat kabupaten dan kota untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan program.
Ia mengungkapkan masih ada sejumlah pihak yang keliru memahami sasaran utama MBG. Sebagian mitra pelaksana disebut masih menganggap program tersebut hanya berfokus pada pemberian makanan kepada siswa sekolah.
Menurut Sony, kesalahpahaman itu diduga muncul karena adanya istilah school meal yang kemudian dimaknai sebagai program makan khusus bagi peserta didik. Akibatnya, beberapa pihak lebih dulu menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memahami kelompok prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
Padahal, kata Sony, fokus utama MBG adalah memastikan kelompok rentan mendapatkan asupan gizi yang memadai sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia menegaskan bahwa seluruh pelaksana program, mulai dari SPPG, yayasan, mitra, hingga satgas MBG di daerah, harus memahami dan menjalankan program sesuai tujuan awal yang telah ditetapkan.
Sony juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyimpang dari sasaran utama program. Menurutnya, pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta terus mengawal pelaksanaan MBG agar tetap berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah dan memberikan manfaat optimal bagi kelompok yang paling membutuhkan (*).
