Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Harga Beras Dunia Melonjak, Indonesia Tetap Tenang

Karawang : Pasokan domestik melimpah saat tekanan geopolitik memicu kenaikan harga beras
global.
Foto ilustrasi

Harga beras dunia kembali mencatatkan tren kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Trading Economics, komoditas pangan pokok ini diperdagangkan pada level US$13,75 per kuintal.

Angka ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan posisi pada 23 Juni 2026, yang berada di angka US$12,48 per kuintal. Lonjakan sebesar 2,21% dalam rentang waktu tersebut membawa harga beras ke level tertinggi dalam sepekan terakhir.

Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS, harga beras dunia saat ini mencapai Rp220.000 per kuintal, meningkat dari sebelumnya yang berada di level Rp199.680 perkuintal.

Kendati pasar global menghadapi tekanan kenaikan harga yang disinyalir akibat ketegangan di Selat Hormuz Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa posisi ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Ia menepis kekhawatiran mengenai dampak fluktuasi harga internasional terhadap pasar domestik.

Berbicara di sela-sela kunjungannya di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, pada Rabu 15 Juli 2026, Mentan Amran menyatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan berkat surplus produksi beras.

"Harga beras, tapi kita stabil Alhamdulillah. Kenapa? Beras kita surplus dan stok kita banyak, sangat besar. Harga dunia naik Alhamdulillah," ujar Amran di hadapan awak media.

Amran menambahkan bahwa stabilitas harga pangan dalam negeri merupakan salah satu keberhasilan strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global saat ini. Ia juga menyinggung situasi geopolitik, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, sebagai salah satu faktor pemicu gejolak harga pangan internasional.

Menariknya, di tengah kondisi pasar global yang tidak menentu, Indonesia justru mencium peluang untuk memperkuat posisi ekspor. Amran mengungkapkan bahwa terdapat beberapa negara yang telah mengajukan permintaan untuk mengimpor beras dari Indonesia.

"Oh iya pasti. Karena ada beberapa negara minta impor (beras ke Indonesia). Sementara ini masih negosiasi," kata Amran saat menanggapi potensi ekspor tersebut.

Saat ini, pemerintah Indonesia menyatakan tengah melakukan pembahasan intensif terkait kemungkinan pemenuhan permintaan ekspor tersebut, sembari tetap memprioritaskan kecukupan (*)

Hide Ads Show Ads