Petugas Kesehatan Diterjunkan Ke Lokasi Krisis Air Bersih di Kabupaten Karawang
Karawang ; Puskesmas Kecamatan Tegalwaru melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.(10/7/26).
Pemeriksaan dilakukan di Desa Kutalanggeng, Desa Cintalanggeng, dan Kampung Jungkur. Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 101 kepala keluarga (KK) atau 313 jiwa terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Kecamatan Tegalwaru, dr. Bubun Bunyamin, MM.Kes mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau selama menghadapi keterbatasan air bersih.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau di tengah dampak kekeringan. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat tetap menjaga kebersihan dan kesehatan meski pasokan air terbatas,” kata Bubun, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, layanan kesehatan tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dijadwalkan secara berkala setiap dua pekan. Tim medis memeriksa kondisi kesehatan warga, termasuk mengukur tekanan darah, kemudian memberikan obat sesuai dengan keluhan masing-masing.
“Setiap dua minggu kami melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Warga dicek kesehatannya, ditensi, lalu diberikan obat sesuai kebutuhan untuk dibawa pulang,” ujarnya.
Bubun menambahkan, apabila ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihaknya menyarankan agar segera datang ke Puskesmas Tegalwaru untuk mendapatkan pelayanan medis lanjutan.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus atau pemeriksaan lebih lanjut, kami persilakan datang langsung ke puskesmas agar bisa mendapatkan pelayanan yang optimal,” ucapnya.
Selain layanan kesehatan, kebutuhan air bersih warga juga dibantu melalui distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan, memanfaatkan air bersih sebaik mungkin, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan. Semoga kondisi ini segera membaik dan aktivitas warga bisa kembali normal,” tutupnya.
Sebelumnya, BPBD Karawang mencatat sebanyak 3.428 warga dari 1.228 kepala keluarga terdampak krisis air bersih akibat kemarau ekstrem yang melanda tiga desa di Kecamatan Tegalwaru.
Hingga awal Juli 2026, BPBD telah menyalurkan sedikitnya 75.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.(*)
