Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Prancis vs Spanyol, Dua Pelatih Saling Lempar Tekanan

Amerika Serikat; Didier Deschamps dan Luis de la Fuente menolak tim asuhannya dianggap sebagai favorit.

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.

Pertemuan Prancis vs Spanyol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 amat dinanti. Luis de la Fuente dan Didier Deschamps akan saling adu cerdik meramu taktik dalam duel yang berlangsung di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Dua tahun sebelum Piala Dunia 2026, kedua tim saling berhadapan di semifinal Euro 2024. Saat itu, Prancis harus mengakui keunggulan 1-2 Spanyol yang akhirnya keluar sebagai juara.

Deschamps tak ingin anak asuhnya merasa rendah diri dengan catatan pertemuan tersebut. Menurutnya, saat ini tim berjuluk Les Bleus sudah berada di level yang berbeda. Mereka juga termotivasi untuk menembus final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun.

"Masa lalu biarlah berlalu. Mereka memang pernah menang di masa lalu, tetapi saya menantikan pertandingan besok. Kami sekarang berada di level yang berbeda. Kami ingin berada di final," kata Deschamps, dikutip dari BBC, Selasa (14/7/2026).

Jika Prancis berhasil mewujudkan keinginannya, mereka akan menyusul Jerman Barat dan Brasil, sebagai tim yang mampu sampai ke final dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.

Meski demikian, Deschamps tak ingin anak asuhnya terlena. Menurutnya, pada laga nanti, Spanyol menjadi tim yang lebih difavoritkan merujuk rekam jejak sejak fase grup.

Tim berjuluk La Roja baru sekali mengalami kebobolan dari enam pertandingan yang telah dilalui di Piala Dunia 2026. Statistik itu menegaskan Spanyol mampu mengorganisir permainan dengan baik.

"Kami tahu ini bisa menjadi pertandingan yang sangat spektakuler. Luis dan saya tahu bagaimana cara bertahan dan dengan kualitas serangan kedua tim, kami yakin ini akan menjadi pertandingan spektakuler," ujar Deschamps.

De la Fuente menolak pernyataan Deschamps. Menurutnya, tidak tepat menyebut timnya sebagai unggulan dalam laga semifinal nanti, karena Prancis juga memiliki statistik yang bagus sepanjang turnamen, yakni mencetak 16 gol dari enam pertandingan.

"Itu tak berarti apa-apa. Kita adalah dua tim nasional hebat yang saling berhadapan. Apakah kami difavoritkan atau tidak, itu tidak berarti tekanan tambahan bagi kami," tutur pelatih berusia 65 tahun tersebut.

De la Fuente tak memungkiri anak asuhnya bakal kesulitan meladeni permainan Prancis. Namun, ia menegaskan ini adalah hal yang wajar terjadi dalam turnamen level tertinggi sepak bola dunia.

"Julius Caesar selalu mengatakan bahwa Anda tidak bisa menang tanpa penderitaan. Saya setuju dengan itu. Itulah salah satu ungkapan yang saya sukai. Jika Anda ingin mencapai hal-hal besar dalam hidup, Anda perlu bersiap menderita," katanya.

Yang terpenting baginya adalah para pemain mampu melepaskan diri dari tekanan dan menikmati jalannya pertandingan. Dengan begitu, Rodri dan kawan-kawan bisa mengeluarkan potensi terbaiknya.(*)

Hide Ads Show Ads