Helikopter Militer Apache Jatuh di Texas, Dua Tewas
Texas: Insiden tragis helikopter serang AH-64 Apache di Texas tengah memicu investigasi militer AS menyusul tewasnya dua awak di lokasi kejadian.
![]() |
| Petugas darurat berada di lokasi kecelakaan helikopter militer dekat Salado, Texas, pada Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto: Cliff Coleman/Kantor Sheriff Kabupaten Bell/KWTX) |
Dua orang dilaporkan tewas dalam insiden kecelakaan helikopter militer yang terjadi di wilayah Texas tengah. Pihak berwenang setempat dan militer Amerika Serikat telah mengonfirmasi jatuhnya pesawat dalam musibah tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi, para korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah aparat kepolisian merespons panggilan darurat ppada hari rabu 12 Agustus 2026 sekitar pukul 13.33 waktu setempat atau 18.33 GMT. Puing-puing pesawat ditemukan di kawasan ladang yang terletak di sebelah selatan Desa Salado.
Pihak militer mengonfirmasi bahwa unit yang mengalami kecelakaan adalah helikopter serang jenis AH-64 Apache. Pesawat tempur taktis tersebut berbasis di pangkalan militer utama Angkatan Darat AS, Fort Hood, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Juru bicara Kantor Sheriff Kabupaten Bell, Cliff Coleman, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, petugas menemukan titik jatuh pesawat disertai kobaran api besar yang membesar dengan cepat.
"Prioritas utama kami adalah mengamankan lokasi dan mendukung upaya penanganan awal," ujar Brigadir Jenderal Ethan Diven, selaku penjabat panglima komando Divisi Kavaleri ke-1, dalam pernyataan resminya.yang dikutip BBC News Kamis 13 Agustus 2026.
"Pikiran dan doa kami menyertai awak pesawat beserta keluarga mereka sembari kami menunggu informasi lebih lanjut," tambahnya.
Hingga saat ini, proses investigasi mendalam terkait penyebab insiden masih berlangsung, sementara upaya penanganan darurat di lapangan terus dilakukan oleh satuan terkait dari Angkatan Darat AS.
Helikopter AH-64 Apache dikenal sebagai helikopter serang multiguna bermesin ganda dengan empat bilah baling-baling. Pesawat ini dirancang untuk melaksanakan berbagai misi militer, termasuk pengintaian bersenjata, pertempuran jarak dekat, serangan seluler, dan manuver vertikal.
Berdasarkan spesifikasi resmi Angkatan Darat AS, helikopter tersebut diawaki oleh dua personel, yang terdiri dari seorang pilot di kokpit belakang serta seorang kopilot merangkap penembak di posisi depan.(*)
