KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Gabungan Kerahkan Kapal dan Helikopter Evakuasi Penumpang
Karangasem : Kapal Motor Penyeberangan atau KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu dini hari, 12 Agustus 2026. Insiden tersebut terjadi di perairan Selat Lombok ketika kapal tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan Lembar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran dilaporkan sekitar pukul 04.15 WITA. Sebelumnya, kapal diketahui bertolak dari Pelabuhan Padang Bai menuju Lembar dengan membawa penumpang dan anak buah kapal.
Video amatir yang direkam penumpang dari atas kapal memperlihatkan situasi kepanikan saat api mulai membakar bagian kapal. Sejumlah penumpang terlihat berupaya menyelamatkan diri, sementara proses evakuasi dilakukan dengan bantuan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Informasi awal menyebutkan KMP Putri Yasmin membawa sebanyak 114 orang penumpang. Saat kapal mendekati wilayah perairan menuju Pelabuhan Lembar, penumpang dan anak buah kapal melihat kepulan asap. Tidak lama kemudian, api terlihat membesar dan membakar bagian kapal.
Situasi darurat tersebut langsung mendapat respons dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah kapal dikerahkan untuk membantu mengevakuasi penumpang dari KMP Putri Yasmin. Kapal KMP Port Link disebut menjadi salah satu kapal yang membantu proses evakuasi.
Sebanyak 33 orang penumpang dilaporkan telah dievakuasi menggunakan KMP Port Link. Para penumpang tersebut selanjutnya diarahkan untuk dibawa kembali menuju Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Ambulans dan personel SAR juga disiagakan di Pelabuhan Padang Bai untuk menerima para penumpang yang berhasil dievakuasi.
Koordinator Pos SAR Karangasem, I Putu Bhayangkara, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta armada yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk saat ini, kita sudah melakukan proses evakuasi sekitar 33 penumpang. Evakuasi menggunakan KMP Portlink II, menuju ke Pelabuhan Padangbai. Kita juga mengerahkan KN Sar Arjuna untuk membantu proses penanganan,” kata I Putu Bhayangkara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Sementara itu, Kantor SAR Denpasar turut mengerahkan personel dan dukungan udara untuk mempercepat proses pencarian serta evakuasi. Sebuah helikopter milik SGI Air Bali diberangkatkan dari Bali menuju perairan Selat Lombok pada Rabu pagi.
Helikopter tersebut diberangkatkan sekitar pukul 09.50 WITA dengan membawa enam personel, terdiri atas dua pilot, dua kru, serta dua anggota Basarnas Bali. Armada udara ini dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara terhadap kondisi di sekitar lokasi kebakaran sekaligus membantu tim SAR menentukan titik dan jalur evakuasi yang paling aman.
Selain mengerahkan helikopter, Kantor SAR Denpasar juga mengirimkan KN SAR Arjuna dengan kekuatan 21 personel. Lima anggota Pos SAR Karangasem turut diterjunkan langsung ke Pelabuhan Padang Bai untuk melakukan pemantauan dan mendukung proses evakuasi penumpang melalui jalur laut.
Operasi penyelamatan ini dilakukan setelah Tim SAR Mataram menerima laporan keadaan darurat sekitar pukul 04.39 WITA. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meminta dukungan dari unsur SAR Bali untuk memperkuat operasi penyelamatan di perairan Selat Lombok.
Operasi SAR gabungan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Mataram dan Basarnas Denpasar, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta kapal-kapal nelayan dan yacht yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk di kawasan perairan Sekotong.
Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan, mengingat kebakaran terjadi di tengah pelayaran dan membutuhkan evakuasi secepat mungkin untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal.
Hingga Rabu pagi, proses evakuasi dan penanganan kejadian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Personel di sejumlah titik, termasuk Pelabuhan Padang Bai dan perairan Selat Lombok, terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat.
Penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin serta kondisi keseluruhan kapal masih dalam proses penanganan dan pendalaman oleh pihak berwenang. Jumlah keseluruhan penumpang maupun awak kapal yang telah berhasil dievakuasi juga masih terus diperbarui seiring berlangsungnya operasi SAR. (Andi Husaen/Yudha Maruta).


