Wajar atau Bahaya? , Kenali 5 Penyebab Gumoh pada Bayi
Jakarta : Gumoh itu hal wajar di bayi. Tapi kalau terlalu sering, banyak orang tua jadi khawatir. Tenang, sebagian besar gumoh memang tidak berbahaya. Kuncinya: kenali penyebabnya biar bisa ditangani dengan tepat.
Melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/8/26), berikut sederet penyebab kenapa Bayi sering gumoh, antara lain:
1. Ukuran Lambung Masih Kecil
Di bulan-bulan pertama, lambung bayi cuma sebesar kelereng. Kapasitasnya sedikit.
Kalau minum susunya kebanyakan dalam sekali waktu, tekanan di lambung naik dan susu "naik" lagi ke mulut.
Solusi: Susui dengan porsi kecil tapi lebih sering.
2. Katup Lambung Belum Kuat
Ada otot "katup" antara kerongkongan dan lambung yang fungsinya nahan susu biar gak balik lagi.
Pada bayi baru lahir otot ini belum sempurna. Makanya susu gampang naik, apalagi setelah batuk, nangis, atau banyak gerak.
Kabar baik: Ini akan membaik sendiri seiring usia bertambah.
3. Minum Susu Terlalu Banyak & Terlalu Cepat
Lambung cepat penuh = tekanan naik = susu tumpah keluar. Ini sering terjadi kalau bayi langsung disodori botol/PD setiap nangis, padahal belum tentu lapar.
Solusi: Atur jeda menyusu. Jangan dipaksa habis kalau sudah kenyang.
4. Posisi Menyusu Kurang Tepat
Kalau kepala bayi sejajar atau lebih rendah dari perut, gravitasi malah "bantu" susu naik lagi. Contoh: menyusui sambil tiduran tanpa ganjalan.
Solusi: Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu.
5. Banyak Menelan Udara
Udara masuk saat pelekatan ke PD kurang pas, lubang dot terlalu besar, atau bayi minum terlalu lahap.
Udara yang terkumpul di lambung akan mendorong susu keluar saat bayi sendawa. Solusi: Pastikan pelekatan benar dan jangan lupa sendawakan bayi setelah menyusu.(*)
