10 Hari Pencarian KM Feronia di Taman Nasional Komodo, Korban dan Bangkai Kapal Belum Ditemukan
NTT - Tim SAR gabungan telah mengerahkan sonar dan drone bawah laut untuk mencari korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Namun setelah 10 hari pencarian, korban maupun bangkai utama kapal belum ditemukan.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, mengatakan berbagai peralatan khusus telah digunakan. Meski demikian, kondisi arus bawah laut yang dinamis menjadi kendala utama di lapangan.
Dalam operasi tersebut, Ditpolairud Polda NTT mengerahkan kapal pemburu cepat KPC 2007, RIB 02, sonar single beam, dan drone bawah air. Pencarian juga diperluas menggunakan remotely operated vehicle (ROV) milik PT Farmindo dan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya.
Berdasarkan evaluasi rekaman drone dan hasil pemindaian sonar, petugas belum menemukan tanda keberadaan korban maupun bangkai utama KM Feronia.
Pencarian melibatkan 76 personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, KPLP, KKP, Pelindo, serta masyarakat setempat. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik perairan Taman Nasional Komodo, meliputi Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, dan Sebayur.
Operasi didukung sejumlah armada, di antaranya KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang, RIB Lanal Labuan Bajo, dan KRI Pulau Fani-731.
Korban yang belum ditemukan berinisial VBJ (23), seorang dive master yang berdomisili di Kompleks Bandara Batu Cermin, Labuan Bajo.
Setelah evaluasi 10 hari, Basarnas Maumere secara resmi menghentikan operasi SAR. Meski demikian, Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo tetap melaksanakan patroli rutin dan mengimbau kapal wisata serta nelayan untuk segera melapor apabila menemukan petunjuk.
Masyarakat yang memiliki informasi dapat melaporkannya kepada petugas kepolisian perairan atau melalui call center 101 SPKT Polres Manggarai Barat. Jajaran Ditpolairud Polda NTT turut menyampaikan belasungkawa dan akan menggelar doa bersama di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.(*)
