Atasi Tegangan Rendah di Muara Baru Cilamaya, Pemerintah Bangun JTM 0,549 KMS & Gardu 50 kVA
CILAMAYA WETAN: — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan penguatan jaringan kelistrikan dan penyaluran bantuan sambungan gratis di Cilamaya Wetan guna mendorong pemerataan energi nasional.
Pemerintah terus mengakselerasi pemerataan akses energi nasional melalui realisasi *Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL)* di *Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Upaya peningkatan kualitas pasokan listrik ini menyasar *93 calon pelanggan rumah tangga* melalui pembangunan *jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 0,549 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) 0,91 kms, serta pengoperasian satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.*
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, *Bahlil Lahadalia*, menjelaskan bahwa intervensi ini dilakukan untuk mengatasi kendala penurunan tegangan yang selama ini mengganggu stabilitas arus listrik warga setempat.
"Wilayah ini sebenarnya sudah terjangkau arus listrik, tetapi kestabilan tegangannya masih sangat rendah sehingga pasokannya belum optimal. Banyak warga yang akhirnya harus menyalur dari tetangga. Program ini difokuskan untuk meningkatkan daya dan kestabilan arus agar kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi secara maksimal," ujar Bahlil dalam keterangan resminya yang dirilis Sabtu, 17 Oktober 2026.
Sambungan Gratis 900 VA + Token Awal
Selain memperkuat keandalan jaringan, pemerintah juga memberikan bantuan sambungan listrik secara cuma-cuma bagi keluarga pra-sejahtera melalui program BPBL. Bantuan tersebut mencakup *pemasangan instalasi rumah, sertifikasi laik operasi (SLO), penyambungan daya 900 VA oleh PT PLN (Persero), hingga alokasi token listrik awal.
Bahlil menekankan bahwa Lisdes dan BPBL dirancang untuk saling memproyeksikan pemerataan energi secara komprehensif, mulai dari penyediaan sarana fisik hingga pemenuhan akses rumah tangga.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional mengingat masih ada sekitar *11.000 desa serta jutaan keluarga di Indonesia yang belum menikmati listrik secara mandiri.*
Pemerintah mematok target seluruh pelosok desa di Tanah Air sudah teraliri listrik secara merata pada rentang tahun *2029 hingga 2030.*
"Langkah nyata ini ditempuh agar setiap desa dan dusun memperoleh hak yang sepadan atas fasilitas kelistrikan. Pemenuhan energi ini merupakan wujud keadilan sosial bagi seluruh masyarakat," kata Bahlil menegaskan.
Karawang: 915 Rumah Tangga di 2025, 683 di 2026
Di tingkat daerah, efektivitas program ini menunjukkan tren positif. Untuk *Kabupaten Karawang, porsi penerima BPBL mencakup 915 rumah tangga pada 2025 dan ditargetkan menjangkau 683 rumah tangga pada 2026.* Hingga kini, ratusan rumah tangga di wilayah tersebut telah menikmati aliran listrik baru maupun berada dalam tahap akhir penyelesaian instalasi.
Secara lebih luas di *Provinsi Jawa Barat, Program Lisdes 2025 telah menjangkau 210 lokasi yang melayani lebih dari 10.000 pelanggan.* Sementara itu, alokasi program BPBL di Jawa Barat ditargetkan menyasar hingga *25.000 rumah tangga pada 2026.
Penguatan keandalan energi ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian lokal serta menunjang kegiatan produktif masyarakat pedesaan.(*)
