Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Boneka Horor The Doll Ghawiah Bikin Ngocok! Animatronik dari Bali + Ahli Amerika

Karawang:  Produser Rocky Soraya mengungkapkan proses pembuatan boneka animatronik untuk film horor ‘The Doll Ghawiah’. Tim produksi melibatkan perajin dari Bali dan tenaga ahli Amerika Serikat untuk menghadirkan boneka yang dapat bergerak dan berbicara.
Boneka Horor The Doll Ghawiah Bikin Ngocok! Animatronik dari Bali + Ahli Amerika

Ia menjelaskan, tim produksi menyiapkan beberapa boneka dengan fungsi berbeda untuk kebutuhan pengambilan gambar. Tim juga memberikan perhatian khusus pada pembuatan boneka karena benda tersebut menjadi ikon utama film.

“Kita harus bikin lebih dari satu boneka, beberapa animatronik dan beberapa juga yang non-animatronik. Ini juga ikon dari filmnya, pastinya kita akan memastikan bahwa boneka ini dibuat secara benar,” katanya saat Konferensi Pers dan Screening Film ‘The Doll Ghawiah’ di Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026.

Ia menyebut perajin dari Bali yang merancang boneka tersebut bersama Hitmaker Studios. Sementara itu, tim produksi menggunakan jasa tenaga ahli Amerika Serikat untuk mengembangkan teknologi animatronik.

“Perajinnya, Pak Orlando di Bali, dia yang desain dengan Hitmaker. Tapi animatroniknya memang diambil jasa dari US karena animatronik belum ada di Indonesia,” ujarnya.

Dalam proses produksi, tim tidak hanya mengandalkan boneka diam sebagai properti film. Tim juga menyiapkan teknologi khusus agar boneka dapat bergerak mengikuti kebutuhan adegan dan mendukung penampilan karakter.

Film bergenre horor supranatural ini akan tayang serentak di bioskop dan layar IMAX seluruh Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Rocky menjelaskan, pemutaran ‘The Doll Ghawiah’ di IMAX melalui proses seleksi yang dilakukan pihak IMAX.

Sebagai produser, ia mempercayakan penyutradaraan film ini kepada Guntur Soeharjanto. Ia berharap Guntur dapat menghadirkan pendekatan cerita yang lebih menarik dan berbeda dari installment (seri) film ‘The Doll’ sebelumnya.

“Menurut saya, Pak Guntur kayaknya sudah melebihi saya, menjadi sutradara. Dia lebih bagus dari saya, jadi menurut saya dia mungkin bisa membuat sisi-sisi lebih menarik dan lebih beda dari sebelumnya,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, sutradara Guntur Soeharjanto menjelaskan, tim mengoperasikan boneka yang dapat berbicara dan menoleh menggunakan kendali jarak jauh. Empat orang secara khusus membantu mengatur gerakan boneka selama proses syuting.

Ia mengatakan, tim merekam dialog terlebih dahulu agar gerakan mulut boneka mengikuti ucapan karakter. Ia memperkirakan sekitar 80 persen proses syuting menggunakan efek praktis.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada IMAX untuk bisa memberikan kami kesempatan ini. Kami sangat berterima kasih dan kami sangat happy bisa experience IMAX ini,” katanya.(*)

Hide Ads Show Ads