Bukan Masalah Teknis! HIPMI Karawang Kecam Keras Insiden Kimia Pindo Deli 2 yang Papari 139 Warga Kutamekar-Kutanegara
KARAWANG – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang Bidang ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengecam keras insiden paparan bahan kimia di PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Kecamatan Ciampel yang berdampak pada 139 warga Desa Kutamekar dan Kutanegara, Kamis (29/10/2026).
Ketua Bidang ESDM LH Kehutanan HIPMI Karawang, Romadhoni, menegaskan, peristiwa ini bukan persoalan teknis internal perusahaan. Ketika aktivitas industri berdampak pada kesehatan publik, maka sudah menyangkut keselamatan rakyat, HAM, dan tanggung jawab korporasi.(30/10/26).
Berdasarkan pemberitaan dan verifikasi DLHK Karawang, material kimia Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) ditemukan ditempatkan di area terbuka tanpa atap, hanya ditutup terpal di atas palet kayu sehingga rentan terkena hujan. Bahkan saat verifikasi, gas masih terlepas dan dokumen Safety Data Sheet (SDS) belum diserahkan perusahaan.
"Bagaimana mungkin standar keselamatan diabaikan, sementara masyarakat harus menanggung risikonya? Keberadaan perusahaan bukan hanya untuk keuntungan ekonomi, ada tanggung jawab sosial, lingkungan dan kemanusiaan," tegas Dhoni.
Tiga desakan utama HIPMI Karawang:
1. Kompensasi warga harus jelas, bukan seremonial.
Perusahaan wajib tanggung semua biaya pengobatan awal hingga pemulihan, plus ganti rugi ekonomi yang terbukti timbul akibat insiden secara transparan dan adil.
2. Jangan buang limbah kimia ke sungai.
HIPMI meminta Pindo Deli 2 tidak membuang sisa bahan kimia dan air bekas penanganan darurat ke drainase, irigasi atau sungai tanpa pengelolaan sesuai baku mutu. DLHK diminta uji kualitas air dan umumkan ke publik.
3. Desak Pemerintah bertindak.
Audit menyeluruh gudang kimia, evaluasi operasional berisiko, transparansi hasil lab udara dan air, pemenuhan hak warga, penegakan hukum lingkungan berdasarkan UU No. 32/2009 Pasal 54, 68 dan 87, serta jaminan sistem penyimpanan aman agar kejadian tak terulang.
"Kami tidak anti-investasi. Kami ingin investasi sehat dan bertanggung jawab. Jangan anggap masyarakat sekitar pabrik sebagai pihak yang harus selalu menerima risiko. Jangan tunggu ada korban jiwa untuk sadar keselamatan rakyat jauh lebih berharga daripada keuntungan produksi," pungkas Dhoni.(Rilis)
