Dirut PLN Suroso Isnandar Bantah Sabotase Blackout Batam 12-13 Oktober 2026 — Investigasi & Kompensasi Sesuai Batas Toleransi — Warga Minta 30 Persen
Jakarta : Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar membantah adanya dugaan sabotase yang berimbas kepada pemadaman listrik (blackout) yang terjadi di Batam, Kepulauan Riau. Pemadaman terjadi pada Senin- Selasa, 12-13 Oktober 2026.
“Saya kira tidak sampai sabotase ya,” kata Suroso Isnandar dalam keterangannya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. Pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya pemadaman listrik disejumlah wilayah di Kepulauan Riau seperti Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Adapun terkait kompensasi atau ganti rugi untuk warga termasuk industri terdampak, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut. Ia menegaskan kompensasi diberikan setelah setelah melewati batas tertentu.
“Nanti dilihat ketentuannya. Sesuai peraturan yang ada, kompensasi setelah melewati batas toleransi tertentu,” katanya.
Sementara itu, seorang warga Batam, Yudis mengatakan pemberian kompensasi akan terlihat pada tagihan listrik berikutnya. Ia berharap PLN memberikan kompensasi hingga 30 persen karena kerugian yang dialami warga imbas pemadaman listrik.
“Harapan aku sih kompensasinya ditambah lah, sampai 30 persen karena kerugian masyarakat tuh besar banegt. Makanan di kulkas yang banyak dibuang, punya usaha terdampak, anak-anak belajar di rumah tapi tidak bisa karena gelap, banyak lah kalau mau dilist,” kata Yudis.
Yudis mengatakan peristiwa pemadaman listrik hingga lebih dari 12 jam adalah pertama kali terjadi di Batam. Sebelumnya hanya enam jam dan itu hanya listrik saja yang padam.
“Kalau sebelumnya air tidak mati, hanya listrik saja. Kalau kemarin tuh betul-betul semuanya, air tidak ada, jaringan tidak ada, listrik padam, dan kalau tidak ada uang cash susah banget,” katanya.(PK)
