Geger YLKI Minta Prabowo Copot Bahlil ! Antrean BBM Mengular Hingga Bali, Stok Cuma 16 Hari
Jakarta: Kabar panas mengguncang Kabinet Prabowo! Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) resmi menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dicopot dari jabatannya.
Desakan keras itu bukan tanpa alasan. YLKI menilai Bahlil sebagai *biang kerok* dari carut-marutnya masalah energi nasional saat ini, mulai dari antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengular di sejumlah daerah hingga gangguan pasokan listrik atau blackout total yang melanda Batam.
Ketua YLKI, Niti Emiliana, mengonfirmasi bahwa surat resmi tersebut telah dikirimkan langsung ke Istana pada *16 Oktober 2026*.
"Dalam surat itu, kami meminta Presiden untuk mengevaluasi total kepemimpinan di Kementerian ESDM, termasuk mempertimbangkan pencopotan Menteri Bahlil Lahadalia," tegas Niti.
Menurut YLKI, antrean BBM yang viral di media sosial dan pemadaman listrik di Batam tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan teknis biasa. Ini adalah gagalnya perencanaan, pengawasan, ketersediaan pasokan, serta distribusi energi nasional.
Desakan ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap antrean kendaraan yang mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk yang paling parah terjadi di Bali yang bikin wisatawan mengeluh.
Di sisi lain, Menteri Bahlil mencoba menenangkan publik dengan menyatakan bahwa stok BBM nasional masih tersedia untuk sekitar 16–18 hari.
Bahlil juga beralasan bahwa berkurangnya stok Pertalite berkaitan dengan peralihan konsumsi masyarakat yang berbondong-bondong pindah dari BBM nonsubsidi yang mahal ke BBM bersubsidi Pertalite yang lebih murah.
Namun alasan itu mentah-mentah dibantah YLKI. YLKI menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan bahwa stok masih ada di atas kertas. Tugas utama Kementerian ESDM adalah *memastikan distribusi berjalan lancar* sehingga pasokan energi bisa diakses masyarakat tanpa harus antre berjam-jam dan tanpa pemadaman.
Hingga berita ini ditulis, Istana belum memberikan keterangan resmi. Belum ada informasi mengenai keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait surat permintaan pencopotan Bahlil Lahadalia tersebut. Publik kini menanti, apakah Prabowo akan mempertahankan Bahlil atau benar-benar mencopotnya?
Bagaimana menurut Wargi Karawang? Setuju Bahlil dicopot? (PK)
