Harga Penutupan Emas Antam, Rupiah dan IHSG Hari Ini Senin 19 Oktober 2026 - IHSG Jebol 5.000
Jakarta: Pasar keuangan Indonesia bergerak berlawanan arah pada penutupan perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jebol di bawah 5.000 dan Rupiah melemah, harga emas batangan Antam justru naik tipis dan menjadi buruan safe haven.
1. EMAS ANTAM NAIK TIPIS - JADI BURUAN SAAT SAHAM AMBRUK
Harga emas Antam hari ini naik Rp2.000 menjadi Rp2.574.000 per gram. Harga tersebut kembali ke level yang sama dengan posisi 14 Oktober 2026 setelah sebelumnya turun.
Untuk ukuran terkecil 0,5 gram tercatat Rp1.337.000, sementara ukuran 10 gram dijual Rp25.235.000 dan ukuran 1.000 gram mencapai Rp2.514.600.000.
Di sisi buyback atau harga jual kembali, Antam mematok Rp2.389.000 per gram.
Sementara di Pegadaian, harga emas UBS dijual sebesar Rp2.548 juta untuk 1 gram, tidak berubah dari hari sebelumnya, sedangkan Galeri24 Rp2.523 juta.
Secara global, spot emas dunia diperdagangkan di dekat $4.176 per ounce pada Senin 19 Oktober 2026, naik sekitar 0,3 persen. Penguatan didorong ekspektasi Fed tidak akan menaikkan suku bunga di Oktober dan pelemahan Dolar AS.
2. RUPIAH MELEMAH KE RP18.046 - TERTEKAN ISU MSCI
Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,11% ke level Rp18.046 per Dolar AS. Sebelumnya Jisdor dibuka di Rp18.035 dari sebelumnya Rp18.027.
Pelemahan terjadi di tengah turunnya harga minyak Brent 1,30% dan isu domestik. Dari dalam negeri, sentimen negatif masih datang dari gejolak di Bursa Efek Indonesia pasca usulan MSCI menurunkan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Kurs bank sore ini di kisaran BCA Rp18.045 - Rp18.065 dan Mandiri Rp18.035 - Rp18.065. Analis memprediksi besok Rupiah masih fluktuatif di rentang Rp18.040 - Rp18.090 dengan potensi Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan ke 6% untuk menjaga daya tarik aset Rupiah.
3. IHSG ANJLOK 3,64% JEBOL 4.996 - LEVEL TERENDAH SEJAK COVID
IHSG menjadi yang paling terpukul. Indeks ditutup di *4.996,61 turun -188,5 poin atau -3,64%* dan jebol di bawah level psikologis 5.000. Ini merupakan level terendah sejak 5 Oktober 2020 saat pandemi Covid-19.
IHSG sempat menyentuh titik terendah intraday 4.907,37 dengan nilai transaksi jumbo Rp25,05 Triliun. Tercatat 691 saham turun, hanya 103 saham naik. Saham blue chip perbankan menjadi korban, BBCA anjlok -6,86% dan BBRI -6,82%.
Anjloknya IHSG dipicu kepanikan pasar atas konsultasi MSCI yang akan mengevaluasi status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market hingga 30 April 2027, dengan keputusan final Juni 2027. Investor asing melakukan panic selling dan menarik dana dari saham big cap.
KESIMPULAN:
Emas naik sebagai safe haven, Rupiah melemah terbatas, dan IHSG anjlok dalam. Kondisi ini menandakan investor beralih dari aset berisiko (saham) ke aset aman (emas) di tengah ketidakpastian status pasar modal Indonesia.
📊 RINGKASAN MARKET CLOSE 19/10/2026:
- EMAS ANTAM:Rp2.574.000/gram (Naik Rp2.000) - Buyback Rp2.389.000/gram
- EMAS DUNIA:$4.176 / troy ounce (Naik 0,3%) - RUPIAH: Rp18.046/US$ (Melemah 19 poin / 0,11%)
- IHSG: 4.996,61 (Turun -3,64% / -188,5 Poin) - Jebol 5.000
Sumber: Logam Mulia Antam, Pegadaian, Bloomberg, Bursa Efek Indonesia.(*)
