IHSG Bangkit 0,31%, Rupiah Justru Anjlok ke Rekor Terlemah Rp18.175
JAKARTA – Pasar keuangan domestik bergerak kontras pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses berbalik arah ke zona hijau, namun rupiah dan obligasi negara tertekan ketidakpastian global.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke level 5.282,31 setelah sempat tertekan di awal sesi. Penguatan ditopang saham-saham big cap dan ditambah aksi beli bersih investor asing Rp664,24 miliar.
Berbanding terbalik, rupiah melemah 0,17% ke Rp18.175 per dolar AS. Posisi ini menjadi rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan pelemahan rupiah masih dipicu faktor eksternal.
"Pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah," ujar Erwin, Kamis (29/10/2026).
Harga minyak global yang tinggi juga mendongkrak risiko fiskal dan memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan dari Bank Sentral AS, The Fed. Hal ini memicu sentimen risk-off dan arus keluar modal dari negara berkembang.
BI merespons dengan optimalisasi stabilisasi melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.(*)
