IHSG Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed, Rupiah Jadi Risiko Pasar
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 0,32 persen atau 17,45 poin ke level 5.355,65, setelah dibuka pada angka 5.357,97.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.418,14, sedangkan level terendah berada pada posisi 5.338,04. Tim Analis BNI Sekuritas menyebut IHSG mengalami penguatan teknikal hari ini.
“IHSG hari ini ada potensi untuk technical rebound. Tapi hati-hati jika IHSG tembus di bawah 5.300,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa, 27 Oktober 2026.
Fanny memperkirakan IHSG bergerak pada rentang level 5.300–5.350 untuk area support. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di kisaran 5.400–5.450.
Menurutnya, pelaku pasar juga mencermati sejumlah agenda ekonomi global yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks. Di antaranya keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, serta data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS.
“Pasar sedang menantikan keputusan suku bunga The Fed pada Rabu besok. Investor juga menantikan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS pada Kamis lusa,” ujar Fanny.
Selain sentimen global, Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah sebagai salah satu risiko bagi pasar keuangan domestik. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi impor dan memperbesar beban utang valuta asing perusahaan.
“Pelemahan Rupiah menjadi salah satu risiko utama bagi pasar keuangan domestik. Karena dapat meningkatkan tekanan inflasi impor,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas menambahkan pelemahan rupiah yang berlanjut juga dapat membatasi ruang kebijakan moneter Bank Indonesia. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati investor dalam menentukan strategi investasi di pasar saham.(*)
