Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

JK Geram Kelakar Trump Soal Nama Muhammad Sudah Keterlaluan! Sumpal Mulutnya Pakai Popok Bayi!

KARAWANG, - Jurnalis senior sekaligus CEO Pelita Karawang Jaya Kusumah Eka Saputra alias JK menyatakan sependapat dengan sikap keras Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang mengecam kelakar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan nama Muhammad sebagai bahan candaan.(19/10/26).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Menurut JK, perilaku Trump tersebut sudah kelewat batas dan tidak pantas diucapkan oleh seorang presiden negara adidaya yang seharusnya menjadi contoh.

"Jangan sombong sebagai Presiden Amerika Serikat yang merasa serba canggih, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Gaya konyol Donald sudah keterlaluan dengan cara membandingkan nama. Pola bicara dia bisa picu reaksi atau pancing dunia Islam marah besar," tegas JK di Karawang, Senin (19/10/2026).

JK menilai, candaan Trump yang menyebut jika ragu nama orang Timur Tengah panggil saja Mohammad dengan akurasi 65 persen adalah bentuk kebodohan dan penghinaan terbuka terhadap Islam.

"Sebaiknya sebelum makin meluas emosi dunia Islam, dia segera meminta maaf atas kebodohannya. Apa tidak ada lagi cara berpidato yang baik untuk menarik simpatisannya? Ingin rasanya saya sumpal mulut Donald Trump dengan popok bayi," tegas JK dengan nada geram.

Pernyataan keras JK tersebut mengamini sikap Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas yang sebelumnya juga menyayangkan pernyataan Trump.

Anwar menegaskan, candaan yang membawa nama Muhammad dan Islam ke dalam ejekan merupakan persoalan serius bagi umat Muslim. Ia menilai pernyataan tersebut tidak menghormati perasaan umat Islam.

"Jadi bagi Donald Trump, Islam dan Mohammad sama-sama menjadi bahan ejekan. Hal ini tentu jelas tidak bisa diterima oleh umat Islam karena hal demikian jelas-jelas merupakan sesuatu yang menyakitkan," ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Anwar juga menduga pernyataan Trump berkaitan dengan kepentingan politik untuk memperoleh dukungan dari kelompok masyarakat tertentu di Amerika Serikat. Menurutnya, penggambaran Islam sebagai ancaman dapat memperkuat sentimen negatif terhadap umat Muslim.

"Jadi bagi Donald Trump, kebenciannya terhadap Islam, Nabi Muhammad, dan umatnya sudah merupakan sesuatu yang mendarah daging dalam dirinya sehingga sudah sangat sulit untuk dihilangkan," kata Anwar.

Sebelumnya, Trump melontarkan candaan mengenai nama Muhammad dalam pidatonya di hadapan para pendukung saat kampanye pemilu sela di Amerika Serikat. Ia menyebut nama tersebut ketika berbicara tentang orang yang berasal dari Timur Tengah.
Foto ; Jaya Kusumah

"Kalian tahu, jika ragu tentang nama seseorang dari Timur Tengah, panggil saja 'Mohammad'," ujar Trump, dikutip dari Reuters, Sabtu, 17 Oktober 2026.(*)

Hide Ads Show Ads