Katie Zacharia Mundur dari Jubir Gedung Putih, Klaim Pengacara Padahal Tak Lulus Bar Exam
WASHINGTON, Jabatan Katie Zacharia sebagai Juru Bicara Gedung Putih resmi berakhir hanya lima hari setelah dilantik. Pemecatan ini menjadi sorotan nasional Amerika Serikat menyusul kritik terhadap performa konferensi pers perdananya dan kontroversi kualifikasi hukum yang dimilikinya.
![]() |
| Sumber Foto: Katie Zacharia berbicara dengan wartawan di ruang konferensi pers Gedung Putih 13 Oktober 2026. (Foto: Julia Demaree Nikhinson / AP News) Sumber Foto: Katie Zacharia berbicara dengan wartawan di ruang konferensi pers Gedung Putih 13 Oktober 2026. (Foto: Julia Demaree Nikhinson / AP News) |
Pengunduran diri Zacharia dikonfirmasi melalui pernyataan tertulis di media sosial pribadi pada Jumat malam, 16 Oktober 2026 waktu Washington.
"Presiden Trump adalah sosok yang baik, luar biasa, dan bekerja keras. Merupakan suatu kehormatan untuk dapat bekerja bagi beliau," tulis Zacharia dalam pernyataan resminya yang dikutip The Guardian.
Zacharia diketahui hanya melakukan satu kali konferensi pers selama menjabat, yakni pada Selasa (13/10/2026) yang berlangsung hanya 14 menit. Dalam sesi tersebut, ia dilaporkan beberapa kali kesulitan menyampaikan capaian pemerintah dan hanya menjawab pertanyaan dari tiga outlet media sebelum meninggalkan podium, yang memicu keheranan di kalangan wartawan Istana.
Sorotan semakin tajam setelah terungkap latar belakang pendidikannya. Dalam pengumuman resmi Gedung Putih, Zacharia diperkenalkan sebagai seorang attorney (pengacara) lulusan Fakultas Hukum Pepperdine University, California. Namun, ia kemudian mengonfirmasi bahwa dirinya tidak lulus ujian advokat (bar exam).
Tekanan memuncak setelah Presiden Donald Trump secara terbuka mengisyaratkan keraguan atas kelayakannya. Saat ditemui wartawan di luar Gedung Putih, Jumat pagi, Trump mengatakan telah meminta Zacharia untuk mempertimbangkan kembali posisinya.
"Saya katakan kepadanya: 'Apakah posisi ini tepat untukmu, Katie? Karena secara jujur, kamu tidak harus mengambil beban ini.' Saya menyarankannya untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut," ujar Trump seperti dikutip AP News.
Upaya klarifikasi yang dilakukan Zacharia melalui wawancara dengan Fox News pada Kamis malam (15/10/2026) dengan alasan keterbatasan waktu persiapan, dinilai tidak mampu meredakan kritik publik.
Dengan mundurnya Zacharia, Gedung Putih kembali harus mencari sosok baru untuk mengisi posisi strategis sebagai juru bicara kepresidenan di tengah dinamika politik Washington menjelang pemilu sela.(*)
