Kebakaran Hebat Landa Pabrik Mebel di Plered Cirebon, Kerugian Ditaksir Rp750 Juta
CIREBON - Kebakaran hebat melanda tempat usaha CV Cirebon Furniture yang berlokasi di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.42 WIB tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp750 juta.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Cirebon langsung mengerahkan armada menuju lokasi setelah menerima laporan darurat dari karyawan pabrik.
Api diduga berasal dari percikan tungku oven yang mengenai atap fiber. Atap yang meleleh kemudian membakar tumpukan kayu bahan baku mebel yang berada di bawahnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Damkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan upaya awal pemadaman sempat dilakukan karyawan dengan menggunakan APAR dan pompa air. Namun kobaran api justru semakin membesar dan sulit dikendalikan.
"Petugas langsung melakukan pemadaman dengan memutus jalur api agar tidak menjalar ke bagian tumpukan kayu lainnya yang berada di dalam gudang," kata Eno Sujana, Selasa.
Sebanyak enam armada dan 30 personel dari lima sektor damkar diterjunkan ke lokasi. Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala keterbatasan sumber air di lapangan.
Api berhasil dijinakkan pada pukul 14.53 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 17.38 WIB.
Akibat kejadian itu, total luas area yang terbakar mencapai 600 meter persegi. Sementara bangunan seluas 24.400 meter persegi berhasil diselamatkan berkat kesigapan petugas yang memutus jalur api.
Adapun material yang terbakar meliputi tumpukan kayu palet sebanyak 777 meter kubik, atap fiber seluas 600 meter persegi, serta 10 unit exhaust fan.
Pihak Damkarmat memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kebakaran tersebut.
Penanganan di lokasi turut melibatkan unsur Polsek Plered, Tim Inafis Polresta Cirebon, Koramil Weru, serta pihak kecamatan setempat. Setelah situasi dipastikan aman, seluruh petugas dan armada kembali ke pos sektor masing-masing untuk bersiaga.(*)
