Lokasi Tenggelam KMP Batumandi Diamankan, ASDP Pasang Buoy Navigasi dan Oil Boom Cegah Pencemaran
JAKARTA – Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menyatakan pengamanan lokasi tenggelamnya KMP Batumandi terus diperkuat melalui pemasangan pelampung penanda bahaya navigasi (buoy) dan penghalang minyak (oil boom).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mengantisipasi potensi pencemaran lingkungan pascainsiden.
Hingga Senin (26/10/2026), buoy telah dipasang oleh Distrik Navigasi Tanjung Priok, sedangkan pemasangan oil boom dilakukan dengan dukungan Pertamina Gerem dan Pertamina Sekong.
"Pemasangan buoy dan oil boom merupakan bagian dari upaya pengamanan lokasi KMP Batumandi. Kami terus berkoordinasi dengan otoritas dan instansi terkait agar penanganan berjalan sesuai kondisi di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan," ujar Windy dalam keterangan tertulis.
Buoy berfungsi sebagai penanda visual bagi kapal yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap area berbahaya. Pelampung yang dipasang pada Minggu (25/10) tersebut berada sekitar 93 meter dari posisi KMP Batumandi.
Sementara oil boom merupakan penghalang terapung untuk membatasi penyebaran minyak di permukaan air apabila terjadi kebocoran.
Persiapan Pengangkatan Dievaluasi
Selain pengamanan lokasi, penanganan bangkai KMP Batumandi memasuki tahap evaluasi teknis dan penilaian risiko. Persiapan operasi salvage mencakup penelaahan metode pengangkatan, kondisi kapal, serta aspek keselamatan.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Capt. Budi Mantoro menegaskan pengangkatan membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi lintas instansi.
"Rencana penanganan kapal harus didasarkan pada kajian teknis yang menyeluruh, termasuk mempertimbangkan kondisi kapal, keselamatan pelayaran, dan perlindungan lingkungan," kata Budi.
Kementerian Perhubungan berharap operasi pengangkatan dapat segera memasuki tahap pelaksanaan setelah persyaratan teknis dan administrasi terpenuhi.
Klaim Penumpang Rp1,39 Miliar
Dari sisi pelayanan, ASDP menyatakan seluruh penumpang yang menjalani perawatan di rumah sakit telah kembali ke kediaman masing-masing.
Penyelesaian klaim kendaraan dan barang dilakukan bersama PT Jasa Raharja Putera. Hingga 25 Oktober 2026, pembayaran klaim tercatat mencapai Rp1,39 miliar, termasuk untuk empat kendaraan. Pengajuan lainnya masih dalam proses verifikasi.
"Kami memahami penanganan pascainsiden tidak berhenti pada pengamanan lokasi. Pendampingan penumpang, penyelesaian klaim, dan persiapan penanganan kapal juga terus menjadi perhatian," tutup Windy.(*)
