Masuk Tengah Masa Jabatan, Farhan Beberkan 3 Masalah Infrastruktur Mendesak di Bandung
Bandung - Memasuki pertengahan masa kepemimpinannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penanganan persoalan kota yang berangkat langsung dari kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan peninjauan di lapangan dan dialog dengan warga, masalah infrastruktur menjadi isu paling dominan yang mendesak untuk ditangani.
Farhan mengungkapkan bahwa tiga sektor infrastruktur tersebut paling banyak diaspirasikan warga.
“Paling banyak adalah infrastruktur. Pertama, jalan. Kedua, drainase. Ketiga, penerangan,” ujar Farhan dikutip dari laman http://bandung.go.id, Minggu (25/10/2026).
Penanganan terukur pada ketiga aspek ini dinilai sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kenyamanan, aksesibilitas, keamanan warga, hingga upaya meminimalisasi risiko banjir.
Salah satu fokus utama dalam pembenahan infrastruktur kota adalah penanganan banjir. Menurut Farhan, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan terintegrasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta keterkaitan aliran air antar-kawasan.
Adapun solusi teknis yang disiapkan Pemkot Bandung meliputi pengelolaan dan pembersihan saluran air, pembangunan dan optimalisasi kolam retensi, penyediaan sumur imbuhan, serta pengoperasian rumah pompa di titik-titik rawan.
Farhan menambahkan bahwa penanganan banjir serta perbaikan infrastruktur berskala besar memerlukan koordinasi erat dengan pemerintah provinsi maupun pusat, mengingat adanya batasan kewenangan dan kebutuhan dukungan lintas pemerintahan.(*)
