Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pecah Kendi di Plered Purwakarta, Mendagri Tito & Menteri PKP Maruarar Luncurkan Program Gentengisasi Nasional

Purwakarta: Pemerintahan era Prabowo Subianto kembali meluncurkan program berskala raksasa. Setelah megaproyek Makan Bergizi Gratis (MBG), kini giliran "Program Gentengisasi" yang resmi diluncurkan! (04/10/26)
Program Gentengisasi era Prabowo Subianto diluncurkan Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait di Plered Purwakarta 2 Oktober 2026. 125 truk 500 ribu genteng SNI produksi UMKM lokal untuk ganti atap seng asbes agar rumah adem.


Pada Jumat (2/10/2026), Menteri Dalam Negeri *Tito Karnavian* bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) *Maruarar Sirait* terjun langsung memecah kendi di Plered, Purwakarta, melepas 125 truk yang mengangkut 500 ribu keping genteng untuk didistribusikan ke sejumlah daerah.

Ada tiga poin penting di balik Program Gentengisasi ini.

Pertama, visi rumah adem.Program titipan Presiden Prabowo ini bertujuan mengganti penggunaan atap seng dan asbes di rumah masyarakat. Data saat ini baru 57% rumah di Indonesia yang memakai genteng. Tujuannya simpel: agar rumah lebih menahan panas (adem) dan tidak bising saat hujan.

Kedua, suntikan darah buat UMKM. Ratusan ribu keping genteng berstandar SNI tersebut murni diproduksi oleh perajin UMKM lokal. Pemerintah menargetkan efek berganda (multiplier effect) untuk menghidupkan kembali sentra produksi genteng di Purwakarta, Majalengka, Kebumen, hingga Yogyakarta.

Ketiga, 'paksa' developer subsidi. Untuk menciptakan pasar, Menteri PKP Maruarar Sirait secara terang-terangan menekan para developer perumahan subsidi, program rumah bantuan, hingga proyek bedah rumah (BSPS) untuk wajib menggunakan genteng tanah liat lokal.

Sebagai platform yang mengawal kebijakan publik, niat memberdayakan UMKM lokal lewat *captive market (pasar pasti)* dari pemerintah ini jelas patut diacungi jempol. Jauh lebih masuk akal ketimbang membiarkan developer perumahan rakyat mengimpor material atap murah dari luar negeri.

Namun, proyek pengadaan barang massal berlabel "program nasional" selalu punya rekam jejak yang mengkhawatirkan di republik ini. Tantangan terbesarnya adalah pengawasan tata niaga.

Jangan sampai niat baik memberdayakan UMKM Purwakarta dan Kebumen justru dimanfaatkan oknum untuk permainan harga, monopoli distribusi, hingga kualitas genteng yang tidak sesuai SNI di lapangan. Pengawasan dari hulu (perajin) sampai hilir (rumah penerima) menjadi kunci suksesnya program ini.

Setelah Makan Bergizi Gratis, sekarang giliran PROGRAM GENTENGISASIndiluncurkan Bos!

Mendagri Tito Karnavian & Menteri PKP Maruarar Sirait pecah kendi di Plered Purwakarta Jumat kemarin! 125 TRUK bawa 500 RIBU genteng dilepas Bos!

Buat apa Bos?
Fakta: Baru *57% rumah di Indonesia pakai genteng!* Sisanya masih seng & asbes - panas & berisik pas hujan!
Tujuan Prabowo: Biar rumah rakyat ADEM & nggak berisik!

Niatnya BAGUS BANGET Bos! Memberdayakan UMKM lewat pasar pasti dari pemerintah!

TAPI... PR besarnya: PENGAWASAN!
Jangan sampai ada permainan harga & kualitas nggak SNI di lapangan Bos!

Menurut Bos gimana? Setuju rumah subsidi wajib genteng lokal biar adem?

Komen Bos! 👇 (*)

Hide Ads Show Ads