Petani di Bantarjaya Pebayuran Bekasi Rugi, Padi Belum Panen Sudah Dicuri Orang Tak Dikenal
Karawang: Nasib apes dialami petani di Kabupaten Bekasi. Belum sempat menikmati hasil jerih payahnya selama berbulan-bulan, tanaman padi milik petani di wilayah Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, justru diduga menjadi sasaran pencurian oleh orang tak bertanggung jawab.
Peristiwa memilukan yang merugikan petani kecil ini diketahui terjadi pada *Sabtu, 3 Oktober 2026* pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah tanaman padi yang masih berada di area persawahan dan belum memasuki usia panen dilaporkan telah hilang diambil oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Padahal, padi tersebut baru akan memasuki masa panen dalam beberapa minggu ke depan. Petani sudah merawatnya sejak masa tanam, mulai dari menyemai, memupuk, hingga mengairi sawah setiap hari dengan harapan bisa menghasilkan panen yang melimpah.
*Petani Merugi, Harapan Pupus*
Aksi pencurian ini tentu sangat merugikan petani. Di tengah harga pupuk dan biaya operasional pertanian yang semakin mahal, kehilangan padi sebelum panen menjadi pukulan berat bagi perekonomian keluarga petani di Pebayuran.
“Ya Allah, belum juga dipanen sudah diambil orang. Padahal kita ngerawatnya susah payah, panas-panasan di sawah,” ujar salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya dengan nada kecewa.
Kejadian pencurian padi di area persawahan memang bukan kali pertama terjadi di wilayah Pebayuran yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Bekasi. Minimnya pengawasan di area persawahan yang luas dan lokasinya yang agak jauh dari permukiman warga kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
*Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan*
Menanggapi kejadian ini, petani berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Mereka meminta agar pemerintah desa dan pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan dan patroli di area persawahan, terutama pada malam hari yang rawan aksi pencurian.
Selain itu, warga maupun petani lainnya yang mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi persawahan diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah Desa Bantarjaya atau pihak kepolisian terdekat, dalam hal ini Polsek Pebayuran.
“Kami harap ada ronda atau patroli dari desa. Kalau dibiarkan, petani bisa terus rugi. Kasihan,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor Pebayuran terkait laporan pencurian padi tersebut. Pihak desa juga masih melakukan pendataan terkait luas area sawah dan jumlah kerugian yang dialami petani.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keamanan di area pertanian, yang merupakan sumber penghidupan utama bagi banyak warga di Kabupaten Bekasi.(*)

