Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia Dipamerkan di Ashta, dari Sustainable Fashion hingga Otomotif Bali

KARAWANG - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menyoroti potensi produk kreatif Indonesia melalui pameran fesyen berkelanjutan, desain, arsitektur berbasis budaya, hingga otomotif karya anak bangsa. Beragam karya tersebut ditampilkan untuk memperkenalkan inovasi dan daya saing industri kreatif Indonesia kepada masyarakat luas.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar

Irene menjelaskan, salah satu lokasi pameran berada di lantai tiga Ashta, yang menampilkan berbagai inovasi sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan. Produk yang dipamerkan antara lain berbahan serat nanas, hasil daur ulang karton susu, serta kain dari sejumlah merek yang telah menembus pasar internasional.

"Di Ashta ini, kita memperlihatkan beragam potensi fesyen berkelanjutan Indonesia melalui produk-produk inovatif karya desainer lokal. Mulai dari serat nanas hingga bahan daur ulang, semuanya menunjukkan kreativitas Indonesia dalam mengembangkan fesyen ramah lingkungan," kata Irene Umar saat diwawancarai awak media dalam Acara Creativillage & World Conference on Creative Economy (WCCE) Weekland di Ashta, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Oktober 2026.

Selain fesyen, pameran di lantai dua, tepatnya di Space 8, menghadirkan arsitektur Indonesia yang mengangkat unsur kebudayaan. Pengunjung dapat melihat beragam produk interior, seperti karpet, lampu, kursi, serta berbagai elemen ruang keluarga yang menunjukkan kekayaan desain lokal.

Irene mengatakan, pameran turut menghadirkan karya perajin Jepara yang memadukan fungsi, estetika, dan identitas budaya Indonesia. Partisipasi tersebut diharapkan memperkenalkan kemampuan desainer serta perajin lokal kepada pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk kreatif nasional.

"Indonesia itu keren banget loh. Lampu kita ada, karpet kita ada, kursi kita ada," katanya.

Pameran turut menghadirkan Taksido, kendaraan replika karya talenta Bali yang produknya telah dipasarkan hingga mancanegara. Irene menyebut pengembangan terbaru Taksido diarahkan pada kendaraan yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh anak Indonesia.

Ia menyebut kendaraan edisi terbatas tersebut direncanakan hanya diproduksi sebanyak lima unit. Unit pertama dilaporkan telah dibeli, sedangkan kendaraan yang telah selesai dikembangkan dijadwalkan diperkenalkan pada tahun berikutnya.

"Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) turut menunjukkan perkembangan desain grafis Indonesia, sementara kolaborasi dengan Prancis menghadirkan karya furnitur hasil perpaduan kreativitas. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana desain dapat menjadi sarana diplomasi budaya yang menghubungkan Indonesia dan Prancis," ujar Irene mengungkapkan.

Irene menilai beragam karya tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif Indonesia melalui inovasi bahan berkelanjutan dan desain. Karya-karya itu juga memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang pengembangan produk kreatif nasional agar semakin berdaya saing.

"Melalui pameran ini, kami berharap produk dan talenta kreatif Indonesia semakin dikenal luas. Kami ingin memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri kreatif global," kata Irene menegaskan.(*)

Hide Ads Show Ads