Proyek Data Center Purwakarta, KDM Libatkan Pakar BRIN untuk Kajian Objektif
PURWAKARTA, PELITA KARAWANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk terlibat dalam pembahasan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) proyek pembangunan pusat data (data center) di Kabupaten Purwakarta.
Langkah ini diambil untuk memastikan kajian AMDAL dilakukan secara ilmiah, objektif, dan komprehensif sebelum proyek data center tersebut dilanjutkan.
Dedi menyampaikan bahwa peneliti BRIN tersebut akan mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan pandangan ilmiah secara objektif terkait proyek data center.
Kajian diharapkan melibatkan berbagai bidang keahlian, termasuk teknologi kecerdasan buatan, penggunaan air, konsumsi energi, hingga aspek geologi, agar potensi dampak lingkungan dapat diidentifikasi sejak awal dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Menurut Dedi, pelibatan peneliti BRIN diperlukan untuk memastikan bahwa pembahasan proyek tidak hanya didasarkan pada perdebatan publik di media sosial, tetapi juga menggunakan data dan pertimbangan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia pun meminta jajarannya di Pemprov Jabar untuk segera menyiapkan surat penugasan resmi bagi peneliti tersebut agar dapat langsung terlibat dalam forum pembahasan AMDAL.
Proyek pembangunan data center di Purwakarta sendiri menjadi perhatian publik karena lokasinya yang berkaitan dengan sumber daya air dan lingkungan. Data center diketahui membutuhkan konsumsi air dan energi yang sangat besar untuk sistem pendinginan server.
Dengan melibatkan BRIN, KDM berharap keputusan terkait proyek tersebut benar-benar berbasis sains, menjaga investasi tetap masuk, namun lingkungan di Purwakarta tetap lestari.(*)
