Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Rupiah Lanjut Melemah ke Rp18.184 per Dolar AS, Dipicu Penguatan Indeks Dolar dan Net Sell Asing

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus berlanjut hingga pembukaan perdagangan hari ini. Pada Selasa kemarin, nilai tukar rupiah ditutup turun 0,12 persen ke level Rp18.156 per dolar AS.
Foto ilustrasi

Mengacu data Bloomberg, nilai tukar rupiah hari ini terpantau turun 0,15 persen atau 28 poin, sehingga posisi rupiah saat pembukaan perdagangan berada di Rp18.184 per dolar AS.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong dalam analisisnya, Rabu 28 Oktober 2026. Pelaku pasar, tambah Lukman, mengantisipasi sikap hawkish (ketat) bank sentral AS, The Fed.

The Fed sudah memulai pertemuan rutin bulanannya selama dua hari. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunganya di bulan Oktober sekitar 3,75 persen - 4 persen.

Faktor lainnya yang membebani nilai tukar rupiah, menurut Lukman, net sell (jual bersih) saham oleh investor asing di pasar ekuitas domestik, termasuk harga minyak dunia yang masih tinggi di atas USD100 per barel.

Hari ini, harga minyak Brent naik sekitar 1,3 persen menjadi USD115,36 per barel. Sedangkan harga minyak WTI naik 1,22 persen menjadi USD101,12 per barel.

Sementara itu indeks dolar AS hari ini menguat dan bergerak di kisaran 102,37 - 102,4. "Sehingga nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS," ujar Lukman menutup analisisnya.(*)

Hide Ads Show Ads