Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Sekda Jabar Mewakili Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Marhaenisme Lahir dari Tatar Sunda

Bandung –Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Jawa Barat yang digelar di Bandung, Sabtu (24/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 

Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur, Herman Suryatman menegaskan bahwa Marhaenisme sebagai ideologi kerakyatan yang digagas Bung Karno sesungguhnya lahir dan bermula dari Tatar Sunda.

"Marhaenisme yang kami pahami ini adalah ideologi kerakyatan yang digagas Bung Karno dan itu dimulai dari Lembur Matuh, Banjar Karang Pamidangan, Jawa Barat. Mengemuka dari Bumi Pasundan, dari Bumi Jawa Barat," ujar Herman.

Menurutnya, temuan Bung Karno tentang sosok Marhaen di Tatar Sunda menjadi landasan historis bahwa nilai-nilai Marhaenisme selaras dengan nilai luhur masyarakat Sunda. Oleh karena itu, kewajiban generasi saat ini adalah mengeksekusi ideologi tersebut agar hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Jadi Bung Karno menemukenalinya dari Tatar Sunda. Kewajiban urang ayeuna, urang pangharepna, ideologi Marhaenisme dieksekusi sangkan hasilnya karasa, karampa ku masyarakat," tegasnya.

Herman juga menekankan pentingnya aksi nyata di lapangan dibanding sekadar diskusi organisasi. Ia mengapresiasi kekompakan GPM namun mengingatkan agar gerakan tidak berhenti pada wacana.

"Geumpungan sae Pak Ketua DPD, tapi nu langkung sae mah action, prak-prakan, pokpekrak di lapangan," katanya dalam bahasa Sunda.

Lebih lanjut, Sekda Jabar mengajak seluruh kader GPM Jawa Barat untuk bersama-sama membangun Jawa Barat Istimewa di 27 kabupaten/kota tanpa melihat sekat latar belakang organisasi.

"Urang sami-sami ku Gerakan Pemuda Marhaenis di Jawa Barat. Urang ganti jurus, atuda ku jurus anu nyata," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep Jawa Barat Istimewa memiliki indikator yang terukur, yakni menjadi provinsi dengan angka kemiskinan paling kecil, pengangguran paling kecil, anak tidak sekolah paling kecil, dan menjadi provinsi termaju di Indonesia.

Menutup sambutannya, Herman menegaskan esensi perjuangan kaum Marhaen adalah kemandirian.

"Kalau saja ideologi kaum Marhaen harus bergerak, minimal bisa dirina, kaum Marhaen harus mandiri dan tugas kita memandirikan kaum Marhaen," pungkasnya.

Acara pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP GPM, pengurus DPD GPM Jabar, serta ratusan kader dari berbagai daerah di Jawa Barat.(*)

Hide Ads Show Ads