Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tehran Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pertahanan Iran-Turki-Saudi-Pakistan, Bahas Palestina Hingga Serangan AS-Israel

TEHRAN – Pemerintah Iran menyatakan pertemuan tingkat tinggi bersama perwakilan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan yang berlangsung di Tehran, Senin (26/10/2026), dapat menjadi landasan awal pembentukan mekanisme keamanan regional independen.
Tehran Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pertahanan Iran-Turki-Saudi-Pakistan, Bahas Palestina Hingga Serangan AS-Israel

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pembahasan mencakup perkembangan situasi di Palestina dan Lebanon, serta dampak serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Menurut keterangan yang dikutip Al Jazeera Turkiye Today, pejabat yang hadir meliputi Menteri Pertahanan Arab Saudi, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Asim Munir, dan Kepala Badan Intelijen Turki. Delegasi tersebut dijadwalkan bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Mohsen Rezaei.

"Inisiatif penyelenggaraan pertemuan ini diajukan dalam kunjungan Asim Munir ke Tehran, dan Republik Islam Iran menyetujui usulan tersebut," ujar Baghaei.

Baghaei menekankan pentingnya pembentukan arsitektur keamanan yang bersumber dari kepentingan negara-negara kawasan.

"Penyelenggaraan pertemuan ini dapat menjadi fondasi awal dalam membentuk keamanan endogen, sebuah konsep yang telah kami dorong selama beberapa dekade. Perkembangan dalam dua tahun terakhir, khususnya delapan bulan terakhir, membuktikan bahwa pembangunan kepercayaan dan kerja sama antarnegara kawasan sangat mungkin diwujudkan," tuturnya.

Ia menyebut sebagai dialog perdana, para pihak masih merumuskan kerangka kerja resmi, dengan fokus pada stabilitas kawasan dan dampak agresi militer.

Terkait Yaman, Baghaei menegaskan penyelesaian harus dilakukan secara bilateral antara Arab Saudi dan Yaman, dengan Tehran siap memfasilitasi perdamaian. "Pendekatan militer hanya memperkeruh persoalan," tegasnya.

Menanggapi hubungan dengan Washington, Baghaei menilai AS tidak memiliki komitmen serius dalam negosiasi diplomasi dan mengkritik klaim AS soal program nuklir Iran sebagai dalih aksi militer.

"Kami tidak pernah memiliki atau mengupayakan kepemilikan senjata nuklir," ujarnya.

Terkait pemilu di Israel, Tehran menegaskan perubahan kepemimpinan tidak akan mengubah sikap dasar Iran terhadap kebijakan regional Israel.

Sementara terkait tiga pilot Iran yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Qatar, Baghaei menyatakan pihak terkait harus memberikan pertanggungjawaban dan bukti dokumentasi resmi mengenai kondisi personel tersebut.

Usai pertemuan di Tehran, Presiden Pezeshkian dijadwalkan bertolak ke Rusia untuk menghadiri KTT negara-negara pengekspor gas.(*)

Hide Ads Show Ads