TERBONGKAR: DLH Sebut Kaporit Pindo Deli 2 Disimpan di Area Terbuka Tanpa Atap
KARAWANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang menduga pencemaran udara yang bikin puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, keracunan, disebabkan penempatan bahan kimia Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) atau kaporit serbuk di area terbuka tanpa atap atau kanopi.(30/10/26).
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Luki Mantera Dewi Putra Romly, mengatakan tumpukan kaporit terkena air hujan hingga menimbulkan reaksi dekomposisi kimia.
"Kemudian, muncul asap dan menyebar ke sekitar area PT PDPPM II yang berlokasi di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel" ujar Luki.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Pengawas DLH, reaksi kimia terjadi di area pra-loading gudang finished goods. Area tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara produk sebelum dikirim kepada pelanggan," kata Luki, Jumat (30/10/2026).
Tim Pengawas DLH sudah turun ke lokasi melakukan pemeriksaan.
Menurut Luki, pelepasan gas berupa asap pekat disertai bau menyengat kini sudah mulai mereda.
Petugas juga mendapati perusahaan tengah melakukan penanganan lanjutan berupa evakuasi dan pemindahan sisa material TCCA dari area terdampak.
Proses tersebut dilakukan menggunakan alat berat dan tenaga manual seperti terlihat di foto, loader SHANTUI dan ekskavator mengangkut karung jumbo jebol di tengah kabut kimia.
Untuk mengendalikan penyebaran gas, perusahaan memasang tirai air atau water curtain dengan mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran.
Sebelumnya, Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Muh. Asim menyebut puluhan warga Kutamekar dan Kutanegara mengalami gangguan kesehatan dan dirawat di Klinik PT Pindo Deli 2, Klinik Desa, dan RS Rosella.
Polresta dan DLH masih dalami apakah ada kelalaian prosedur penyimpanan B3 (*)
