TKI Asal Mekarmulya Telukjambe Barat 18 Tahun di Arab Saudi, Keluarga Minta Bantuan Pemerintah Pulangkan Narmi
KARAWANG – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Karawang dikabarkan ingin pulang ke Tanah Air setelah sekitar 18 tahun berada di Arab Saudi. Namun, ia diduga belum bisa kembali karena belum diizinkan oleh majikannya.
Informasi tersebut disampaikan Zhakiah Puteri, keponakan dari PMI bernama Narmi, kepada redaksi pada Sabtu (17/10/2026).
Zhakiah berharap ada pihak yang dapat membantu agar bibinya segera dipulangkan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Karawang.
Berdasarkan keterangan keluarga, Narmi berasal dari Kampung Kobakmanyar, RT 06/RW 03, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Saat ini, Narmi diketahui berada di wilayah Al-Jouf, Sakaka, Arab Saudi. Keluarga menyebut informasi lokasi Narmi berkaitan dengan wilayah Riyadh.
Zhakiah mengungkapkan, selama berada di Arab Saudi, komunikasi dengan bibinya sangat terbatas. Menurutnya, Narmi tidak leluasa berkomunikasi karena tidak memegang telepon genggam sendiri.
“Majikannya galak, terus ditahan, enggak boleh pulang. Sudah 18 tahun,” ujar Zhakiah menirukan informasi yang ia terima terkait kondisi bibinya.
Selain kesulitan untuk pulang, keluarga juga mengungkapkan adanya dugaan pembayaran gaji yang tidak lancar. Menurut Zhakiah, uang yang sesekali dikirimkan kepada keluarga berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta, namun tidak rutin.
Zhakiah juga menyebut pernah mendapatkan informasi bahwa Narmi beberapa kali disuntik selama berada di sana. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui jenis suntikan maupun alasan tindakan tersebut, sehingga informasi ini masih memerlukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang.
Keluarga berharap pemerintah, khususnya instansi yang menangani pelindungan pekerja migran Indonesia, dapat menelusuri keberadaan serta kondisi Narmi untuk memastikan hak-haknya sebagai pekerja migran terpenuhi sesuai aturan.
Keluarga juga berharap ada langkah konkret agar Narmi dapat memperoleh pelindungan dan segera kembali ke Indonesia untuk berkumpul bersama keluarganya di Karawang.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
(*)
