Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

624 Saham Melemah, IHSG Ditutup Merah di Tengah Sentimen Global Negatif

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah di penutupan sesi perdagangan Selasa, 3 November 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 4.904,29 atau turun 192,54 poin (3,78 persen).(4/11/26)

IHSG Anjlok 3,78 Persen ke 4.904, Ditekan Wall Street dan Inflasi Panga

Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan hari ini. IHSG sempat mencapai posisi tertinggi di level 5.143,58.

Mayoritas saham mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 624 saham melemah, sementara 57 saham menguat dan 37 saham stagnan.

Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp11,115 triliun. Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 24,479 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 1.381.525 kali transaksi.

Pelemahan Wall Street turut menekan pergerakan IHSG dan bursa regional Asia di tengah sentimen negatif pasar global. Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) masih tertekan akibat besarnya investasi serta ketidakpastian hasil pengembaliannya.

Pelaku pasar global juga cenderung berhati-hati menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Sementara itu, penurunan harga minyak di tengah perkembangan diplomasi AS dan Iran belum cukup memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan.

Harga minyak mentah dan Brent masing-masing diperdagangkan sekitar 96 dolar AS dan 104 dolar AS per barel pada Selasa. Harga tersebut turun sekitar tujuh persen pada sesi sebelumnya setelah muncul indikasi kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak lebih lanjut di pasar global. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pemerintahannya memperoleh kewenangan lebih besar dari pemimpin tertinggi untuk melanjutkan negosiasi perdamaian.

Dari domestik, IHSG turut dibayangi inflasi pangan Oktober 2026 yang meningkat dari 5,03 persen menjadi 5,81 persen. Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut kenaikan tersebut mencerminkan gangguan pasokan pangan akibat anomali iklim El Nino yang belum sepenuhnya teratasi.

Di sisi lain, inflasi inti Oktober 2026 tercatat 2,56 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,84 persen. Penurunan tersebut dinilai mengindikasikan melemahnya permintaan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang mengurangi belanja non-esensial akibat meningkatnya kebutuhan pokok.(*)

Hide Ads Show Ads