Harga Emas Antam Rp 2.557.000, Rupiah Rp 18.081, IHSG Rebound ke 4.919
JAKARTA – Harga emas Antam menguat, rupiah dibuka melesat, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan rebound pada perdagangan Kamis, 5 November 2026. Sentimen utama datang dari melemahnya dolar AS pasca kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat.
Emas Antam Naik, Emas Dunia Tembus US$ 4.000
Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada perdagangan hari ini. Pada Kamis (5/11/2026), harga beli emas Antam dibanderol Rp 2.557.000 per gram, menguat Rp 3.000 dari hari sebelumnya.
Sementara harga jual kembali atau _buyback_ ada di Rp 2.357.000 per gram, terdongkrak Rp 13.000 dari posisi kemarin.
Untuk pecahan lainnya yang tercatat di laman Logam Mulia:
- *0,5 gram:* Rp 1.328.500
- *2 gram:* Rp 5.054.000
- *5 gram:* Rp 12.560.000
- *10 gram:* Rp 25.065.000
- *100 gram:* Rp 249.912.000 e817
Di Pegadaian, ketiga produk emas kompak naik. Untuk ukuran 1 gram, emas Antam tercatat paling tinggi sebesar Rp 2.593.000, Galeri 24 dipasarkan Rp 2.479.000, dan UBS berada di angka Rp 2.535.000 per gram.
Di pasar global, harga emas kembali menembus level psikologis US$ 4.000 per ons troi setelah kemenangan Partai Demokrat menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Harga emas hari ini terlihat naik tipis ke level US$ 4.064,31 per ons troi.
Senior Market Analyst StoneX Fiona Cincotta menilai pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury menjadi sentimen positif bagi emas, namun penguatan yang dipicu hasil pemilu AS berpotensi tidak berlangsung lama karena arah kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi faktor penentu.
Rupiah Menguat Kencang ke Rp 18.081
Nilai tukar rupiah menguat kencang terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, 5 November 2026.
Berdasarkan data _Bloomberg_ pada pukul 09.06 WIB, rupiah dibuka melesat 87 poin (0,48%) ke level Rp 18.081 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS terpantau melemah 0,23% ke level 101.33.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (4/11/2026), rupiah ditutup melemah 8 poin (0,04%) di level Rp 18.168 per dolar AS.
Mengutip _Reuters_, dolar AS melemah tipis pada Kamis (5/11/2026) menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
Untuk kurs di bank besar pagi ini:
- *BCA (e-rate):* beli Rp 18.085, jual Rp 18.105
- *Bank Mandiri (special rate):* beli Rp 18.105, jual Rp 18.135
IHSG Rebound ke 4.919, Uji Resistance 5.000
IHSG ditutup menguat 0,32 persen ke level 4.919,77 pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Indeks sempat tertekan hingga menyentuh level terendah 4.824,36 sebelum berbalik arah menjelang penutupan.
Indeks LQ45 juga menguat 0,80 persen menjadi 501,24. Penguatan didorong sentimen kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu midterm AS dan aksi beli bersih investor asing senilai Rp 265 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing meliputi BBCA, ANTM, ASII, TINS, dan TLKM.
Untuk perdagangan hari ini, Kamis (5/11/2026), analis memperkirakan IHSG berpeluang menguji resisten 4.962–5.000. Jika belum mampu menembus area tersebut, risiko pelemahan kembali menuju 4.830–4.761 masih perlu diwaspadai.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak _sideways_ pada rentang 4.800–5.000, sementara BNI Sekuritas menetapkan support di 4.800–4.850 dan resistance di 4.950–4.970. (rek)
