Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Viral Diduga Ditolak Berobat, Bupati Majalengka Datangi Rumah Warga dan Minta Maaf

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Eman Suherman mendatangi langsung kediaman warga yang sempat viral karena diduga ditolak berobat di puskesmas. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus klarifikasi atas peristiwa yang ramai di media sosial.

Usai Viral, Bupati Eman Jenguk Warga Sakit dan Tawarkan Rujukan ke Rumah Sakit

Dalam video yang beredar, Bupati Eman terlihat duduk di lantai rumah warga di samping seorang ibu yang terbaring sakit dengan selimut bermotif. Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Camat, dan Kepala Puskesmas setempat.

Eman menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi, pasien tersebut datang ke puskesmas sekitar pukul 17.45 WIB dalam kondisi muntah-muntah. Petugas kemudian menjemput dan membawa pasien masuk menggunakan kursi roda, bukan dibiarkan di luar.

Menurut dia, pasien sempat ditempatkan di area depan karena bed di dalam puskesmas dalam kondisi kotor usai digunakan pasien kecelakaan sebelumnya. Setelah dilakukan diagnosa, pasien mengalami gejala sesak dengan suspect TB sehingga dokter menyarankan untuk dirujuk dan dilakukan rontgen ke rumah sakit di Majalengka.

“Saya sudah investigasi. Ternyata ibu ini masuk jam 17.45 dijemput, didorong, dibawa pakai kursi roda. Di sana ada bed kotor karena ada kecelakaan,” ujar Eman.

Meski sudah ada penjelasan medis, Eman tetap menyampaikan permohonan maaf sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan.

“Tetap kalau saya sebagai bupati ini adalah tanggung jawab kami. Oleh karena itu saya sebagai bupati menyampaikan permohonan maaf,” katanya.

Ia menegaskan, pelayanan terhadap pasien harus menjadi prioritas. Menurutnya, masyarakat yang datang ke rumah sakit maupun puskesmas sudah membawa persoalan kesehatan, sehingga harus dilayani dengan empati agar tidak menambah beban.

Pada kesempatan itu, Eman juga menawarkan untuk kembali merujuk pasien ke rumah sakit jika keluarga berkeinginan, sebagai wujud kewajiban pemerintah memberikan layanan terbaik.

Keluarga pasien mengaku sempat panik melihat kondisi orang tua yang sakit dan mengira belum mendapat pelayanan. Pihak keluarga menegaskan tidak bermaksud menjelekkan puskesmas.(Red)

Hide Ads Show Ads