Jumat, Agustus 16, 2019

Minggat Sepekan, ABG Tasikmalaya Akhirnya Ditemukan di Karawang

 


PELITAKARAWANG.COM - Setelah sepekan menghilang, ASH (13), ABG asal Kampung Sindangsono, Desa Sukamanah, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat.

Ia berhasil ditemukan setelah kepolisian bersama orang tuanya mencari ke daerah Kabupaten Karawang. Saat ditemukan ASH sedang bersama pacarnya, DM (26).



Kanitreskrim Polsek Cigalontang Bripka Dwi Santoso mengatakan, wanita belia itu berhasil ditemukan pada Kamis 15 Agustus kemarin malam. Saat ditemukan, ASH sempat menolak pulang karena takut dan trauma dengan orang tuanya.

"ASH ini sempat menolak pulang karena takut sama bapaknya. Bapaknya sering memarahi ASH dan adiknya hingga trauma. Akhirnya ASH ini memilih kabur bersama kekasihnya," ucap Dwi, Jumat (16/8/2019).

Selama sepekan menghilang, ASH bersama pacarnya bertahan hidup dengan berjualan makanan ringan. Bahkan DM berniat membuka usaha bakso di Karawang.



Sementara itu DM memastikan tidak mempengaruhi ASH untuk minggat dari rumah. Justru ia sama-sama minggat dari rumah karena berniat mendampingi ASH selama pelarian.

"Saya khawatir dengan ASH. Saya sudah suruh pulang, tapi dianya enggak mau. Saya juga sebenarnya takut dituduh menculik, bahkan saya dengar sampai ada ancaman juga ke saya," kata DM.

Meski keduanya mengaku tidak ada unsur paksaan, polisi tetap mendalami kasus ini. Namun hingga kini tidak ada unsur kriminal atau kekerasan terkait kasus tersebut.

ASH yang sebelumnya enggan pulang ke Tasikmalaya akhirnya mau setelah ada jaminan dari kepolisian mengenai orang tuanya yang sering marah. Polisi pun menyodorkan surat perjanjian dan siap menindak orang tua ASH jika terjadi kekerasan di rumahnya.



Sebelumnya, ASH minggat dari rumah sejak Kamis 8 Agustus lalu. Ia minggat atas kemauannya sendiri karena trauma dan merasa menjadi anak yang tidak diinginkan kedua orang tuanya.

KPAID Kabupaten Tasikmalaya pun terjun untuk melakukan pendalaman mengenai hal tersebut. Hasilnya, memang ditemukan fakta jika korban merasa trauma dan tidak nyaman berada di rumah.


Sumber : detik

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

BERITA TERBARU

Back to Top