Notification

×

Iklan

Iklan

Iklan

Dari Al Firdaus, Forum Penilik Dorong Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum Paud

Tuesday | January 07, 2020 WIB Last Updated 2020-01-07T13:01:36Z
PELITAKARAWANG.COM- Gagasan dan inovasi guru di Kelompok Belajar Al Firdaus Desa Muktijaya Kecamatan Cilamaya Kulon, ikut menyita perhatian forum pemilik yang tergabung dalam Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Karawang, Selasa (7/1). Selain menjadi kurikulum tematik muatan lokal tentang pengolahan sampah satu-satunya di Indonesia yang lahir di Karawang, konsep yang sudah di bukukan Paud Alam Al Firdaus ini, dianggap jitu menerapkan pendidikan karakter dan membentengi peredaran buku-buku yang tidak sesuai dengan lembaga Paud. 

Disela-sela rapat koordinasi bersama Kadisdikpora Karawang terkait kurikulum tematik ini, Ketua IPI Karawang Tatang Sudrajat mengatakan, inovasi yang di hasilkan KB Al Firdaus ini, perlu di dorong pengembangan lebih luas. Karena, selain pertama di Karawang, juga bisa jadi satu-satunya nasional. Namun, untuk penguatan, IPI mendoronh dibentuknya tim pengembang kurikulum. "Ini sangat luar biasa, gagasan dan inovasi kurikulum tematik yang di hasilkan Paud Al Firdaus harus semakin banyak di replikasi semakin bagus. Apalagi, dengan penguatan tim pengembangnya, " Kata Tatang.

Jika di bentuk, tim pengembangan kurikulumnya lokal ini penting untuk menyelamatkan karakter dan konsep yang di harus jadi bahan ajar bagi siswa Paud. Menyusul, dewasa ini sebut Tatang, penjualan buku yang bebas beredar di satuan paud semakin sulit terkontrol, betapapin tanpa mengindahkan kaidah kurikulum dengan profit tak wajar. Bayangkan, anak-anak Paud kita di paksa untuk bisa Baca Tulis dan Berhitung (Calistung) padahal, ini tidak sesuai dengan kaidah yang seharusnya dan pelanggaran pada Perbup. Karena itulah, keberadaan Tim pengembang kurikulum yang terdiri dari akademisi, birokrasi dan aktivis ini mesti dibentuk demi melihat penyesuaian, verifikasi,dan tindaklanjut untuk membentengi buku yang sudah kadung beredar. "Karawang semoga bisa selamat, dari pelanggar kurikulum yang memaksa Calistung. Semoga saja, kurikulum tematik ini, bisa menjawab harapan Disdikpora dan bisa berkolaborasi bersama lebih baik lagi untuk pengembangannya, " Pungkasnya..(rud)
>
×
Berita Terbaru Update