Fenomena Alam Gerhana Matahari Bakal Hiasi Langit Indonesia,Ini Waktunya

Iklan Semua Halaman

Loading...

Fenomena Alam Gerhana Matahari Bakal Hiasi Langit Indonesia,Ini Waktunya

Editor : Raffa
Wednesday, June 17, 2020
Fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC) bakal menghiasi langit Indonesia, pada Minggu 21 Juni 2020. Di mana, GMC melewati 432 pusat kota/kabupaten di 31 provinsi, berupa Gerhana Matahari Sebagian.




Namun, waktu kejadian gerhana di setiap lokasi berbeda-beda. Waktu mulai gerhana paling awal di Sabang, Aceh, terjadi pukul 13.16 WIB, dan kota yang waktu mulai gerhana paling akhir di Kepanjen, Jawa Timur, pukul 15.19 WIB.

Sementara untuk daerah yang mengalami waktu saat puncak gerhana paling awal, di kota Sabang, Aceh, pukul 14.34 WIB. Lalu, kota yang mengalami waktu puncak paling akhir di Agats, Papua, pukul 17.37 WIT.

Kemudian, waktu kontak akhir paling awal akan terjadi di Kecamatan Tais, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, pukul 15.06 WIB dan waktu kontak akhir paling akhir di Melonguane, Sulawesi Utara, pukul 17.31 WITA.

Sementara Visibilitas GMC di Bengkulu, kata Kepala Stasiun Geofisika, Kelas III Kepahiang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Litman, gerhana yang teramati dari Bengkulu, berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,002 di Kecamatan Tais, Kabupaten Seluma, hingga 0,030 di Kabupaten Mukomuko. Sementara, di Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bintuhan, Kabupaten Kaur, tidak akan teramati.

Litman mengatakan, GMC di daerah Bengkulu dapat diamati. Namun, hanya sebagian kecil matahari yang tertutup. Di mana, di Kota Bengkulu, kata Litman, dapat diamati sekira 23 menit.

''Dari data visibilitas GMC 21 Juni 2020 di Bengkulu, secara umum, gerhana akan dimulai pada pukul 14.29 WIB, puncak gerhana terjadi pukul 14.59 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.21 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Bengkulu rata rata 0,55 jam,'' kata Litman, saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (17/6/2020).

Untuk visibilitas GMC di 10 kabupaten/kota di Bengkulu, terang Litman, di Kota Bengkulu, kontak awal pukul 14.48 WIB, puncak gerhana pukul 14.59 WIB, kontak akhir 15.11 WIB, dengan durasi gerhana 23 menit, 4,2 detik, dan magnitudo gerhana 0,006.

Lalu, di Kabupaten Mukomuko, kontak awal pada pukul 14.29 WIB, puncak gerhana pukul 14.56 WIB, kontak akhir 15.21 WIB, dengan durasi gerhana 51 menit, 23,9 detik, dan magnitudo gerhana 0,030.

Kemudian, di Muara Aman, Kabupaten Lebong, kontak awal pada pukul 14.36 WIB, puncak gerhana pukul 14.59 WIB, kontak akhir 15.21 WIB, dengan durasi gerhana 44 menit, 27,1 detik, dan magnitudo gerhana 0,024.

Selanjutnya, di Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, kontak awal pada pukul 14.41 WIB, puncak gerhana pukul 14.59 WIB, kontak akhir 15.17 WIB, dengan durasi gerhana 36 menit, 27,1 detik, dan magnitudo gerhana 0,016.

Di Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, kontak awal pada pukul 14.46 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.13 WIB, dengan durasi gerhana 26 menit, 12,6 detik, dan magnitudo gerhana 0,008.

Di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, kontak awal pada pukul 14.40 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.19 WIB, dengan durasi gerhana 38 menit, 29,7 detik, dan magnitudo gerhana 0,018.

Kabupaten Kepahiang, kontak awal pukul 14.43 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.17 WIB, dengan durasi gerhana 34 menit, 3,3 detik, dan magnitudo gerhana 0,014.

Dan di Kecamatan Tais, Kabupaten Seluma, kontak awal pada pukul 14.54 WIB, puncak gerhana pukul 15.00 WIB, kontak akhir 15.06 WIB, dengan durasi gerhana 11 menit, 47,7 detik, dan magnitudo gerhana 0,002.

''GMC didua kabupaten di Bengkulu tidak teramati, seperti di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur,'' jelas Litman.

Untuk mengamati GMC, terang Litman, bisa diamati dengan menggunakan kaca mata. Namun, GMC juga bisa diamati dengan mata telanjang. Sementara, dari BMKG Kepahiang, kata Litman, akan mengamati di kantor Stasiun Geofisika, Kelas III Kepahiang.

''Bisa diamati dengan mata telanjang, sebaiknya menggunakan pelindung kaca mata. Sebab, GMC di Bengkulu, tertutup sedikit,'' pungkas Litman.