Notification

×


Iklan

Ridwan Kamil Buka Sekolah Belajar Tatap Muka yang Daerah Susah Sinyal

Friday, September 04, 2020 | 11:57 WIB Last Updated 2020-09-04T04:57:54Z

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuka sekolah belajar tatap muka yang berada di wilayah berstatus zona hijau. Selain itu, sekolah yang berada di wilayah susah sinyal.

Tatap Muka

"Kami mengevaluasi beberapa kebijakan. Salah satunya adalah pembukaan sekolah. Yang kami izinkan hanya (sekolah) zona hijau dan sinyalnya (internet) kurang baik. Sekitar 20 sekolah yang kami eksperimenkan (KBM tatap muka). Jadi itu (pembukaan sekolah) kami perketat lagi lah kira-kira begitu," kata Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (3/9/2020).

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan, Pemprov Jabar bekerja sama dengan provider Telkomsel, membagikan kartu perdana gratis 10 gigabyte (GB) kepada seluruh anak SMA dan SMK dan SLB baik negeri maupun swasta di Jabar.

Bantuan 10 GB kuota internet itu juga diberikan kepada para guru baik baik di sekolah negeri maupun swasta. Sebab mereka memberi pembelajaran secara dalam jaringan.

"Nah untuk yang bukan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari provinsi, yakni madrasah aliyah, pesantren, dan mahasiswa itu, kami beri juga sesuai ketersediaan. Tapi kalau yang tadi itu dengan mendaftarkan ke Pikobar dan Disdik Jabar," ujar Kang Emil.

Untuk bantuan kuota internet bagi siswa dan guru SD dan SMP di Jabar, menurut dia kewenangan bupati dan wali kota. "Karena bukan kewenangan gubernur, saya tidak bisa menjawab. Jadi minimal di kewenangan kami, semua saya gratiskan dengan Telkomsel," ucap dia.

Pada September 2020, kuota 10 GB itu gratis untuk 3,25 juta nomor baru. Pemprov dan DPRD Jabar sedang mempertimbangkan pemberian kuota internet gratis 10 GB itu sampai Oktober, November, hingga Desember 2020.

"Total kartu yang diberikan 3,25 juta nomor baru dengan 10 GB itu untuk September 2020. Sementara untuk bulan berikutnya tinggal bayar 5 ribu itu 11 GB sudah bisa tersedia perbulan. Kami sedang mempertimbangkan dengan DPRD, apakah bisa di-cover oleh APBD sehingga tidak hanya gratis di September tapi di Oktober, November dan Desember. Namun, sementara saya laporkan yang pasti dulu, yaitu gratis di bulan September," ujar Kang Emil.

Teknis untuk mendapatkan bantuan kuota internet gratis itu, kata Kang Emil, nomor telepon seluler dikumpulkan oleh sekolah. Jadi bukan orang per orang.

"Nanti sekolah yang mengajukan. Misalnya seribu, 500, atau berapa. Kalau yang madrasah aliyah karena kewenangan Kemenag, pesantren dan mahasiswa, itu bisa per individu atau kelompok dengan mendaftar di Pikobar," kata dia.***

×
Berita Terbaru Update