BNPT: Jangan Terburu-buru Jadikan Taliban Teladan

Kembalinya taliban ke tampuk pemerintah Afganistan diharapkan jangan sampai dijadikan sebagai teladan (role model) bagi masyarakat Indonesia, terutama terkait aksi kekerasannya. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan Taliban tidak bisa dijadikan contoh yang baik karena pernah tercatat sebagai organisasi yang terlarang di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Hal ini sesuai dengan resolusi dari PBB pada Dewan Keamanan PBB Nomor 1267 bersama dengan Al-Qaeda, ISIS, dan Taliban,” ujar Kepala BNPT .

Lebih lanjut Kepala BNPT menjelaskan, berhasilnya kelompok Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan bukan berarti kemenangan atas kelompok agama tertentu.

Dia menegaskan, pihaknya tidak melihat Taliban sebagai entitas terkait dengan agama tertentu, dengan merujuk pada sejarah yang mengaitkannya dengan kelompok garis keras internasional.

Untuk itu masyarakat diminta lebih waspada terkait munculnya isu-isu dari para simpatisan Taliban yang masih banyak di Indonesia.

“Jadi mereka ingin mengulang kembali rasanya era seperti itu, walaupun sebelumnya kami melihat mereka pendukung ISIS,” kata dia,

Kepala BNPT juga mengungkapkan laporan intelijen melihat adanya kemungkinan relasi Taliban dengan kelompok garis keras di Indonesia yang sedang menentukan arah antara Al-Qaed atau ISIS dengan kelompok Taliban yang saat ini berkuasa di Afghanistan.

Hal ini karena adanya provokasi suatu kelompok untuk kembali memberangkatkan anggota mereka ke Afghanistan sebagai mujahid. karena memiliki sejarah di sekitar tahun 80an yang berkaitan dengan Ali Imron, Hambali, Imam Samudra yang lahir di negara tersebut.

“Tentu kami bersama dengan seluruh Kementerian dan Lembaga berupaya agar melakukan kontra yang tepat terhadap hal-hal ini dan kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat kita untuk dapat secara bijak dan kemudian tidak salah dalam menentukan pilihan”, tutur dia.(sT)

0 Komentar

X
X