Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Bendungan Cipanas Sumedang Dtargetkan Selesai Akhir 2022

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyelesaian pembangunan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) pada akhir 2022.

Bendungan Cipanas Sumedang

Saat ini, perkembangan dari pembangunan infrastruktur bendungan yang tersebt secara fisik sudah mencapai 83 persen. Dari sisi, lahan telah mencapai 80,8 persen.

"Sejauh ini kemajuan konstruksinya sudah 83 persen kemudian untuk mempersiapkan lahannya sudah 80,8% dengan sisa lahan yang belum bebas di daerah dan jalan akses," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk- Cisanggarung PUPR, Ismail Widadi, melalui siaran pers yang diterima pada Jumat (15/4/2022).

Bendungan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan udara bagi irigasi pertanian di Kabupaten Sumedang dan Indramayu seluas 9.273 Hektare (ha). Karena, infrastruktur itu memiliki daya tampung yang dapat mencapai 250,81 juta m3.

"Daya tampung Bendungan Cipanas 10 kali lebih besar dari Bendungan Kuningan yang telah diresmikan Presiden Jokowi," katanya.

Ismail optimis sisa progres yang ada dapat diselesaikan seluruhnya hingga akhir tahun 2022. "Pekerjaan terbesar saat ini adalah meninggikan tubuh bendungan, adapun bagian prasarana lainnya sudah selesai. Jika pekerjaan dan lahan lahan lancar, mudah-mudahan bulan Oktober/November 2022 bisa mulai digenangi udara (sita)," ujarnya.

Dikatakan Ismail nantinya suplai irigasi air dari Bendungan Cipanas dapat membantu petani khususnya di Daerah Irigasi (DI) Cipanas dan Cikawung untuk meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun. 

Bendungan ini merupakan tipe urugan batu inti tegak yang dilengkapi dengan pengelak sepanjang 452 meter. Sumber udara yang berasal dari Sungai Cipanas yang merupakan bagian dari Wilayah Sungai Cimanuk - Cisanggarung dengan luas lahan yang dibutuhkan seluas 1.605 hektare. 

Bendungan ini juga memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik dan berpotensi menjadi Sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) sebesar 3 MW.

Bendungan dengan total luas 1.315 hektare ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pengendali udara tampungan untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya karena mampu mengurangi debit sebesar 487,75 m3/detik serta memiliki potensi wisata. 

Pembangunan Bendungan Cipanas dikerjakan dalam tiga paket konstruksi. Paket pertama yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya - PT. Jaya Konstruksi KSO yang fokus pada pembangunan tubuh bendungan dengan nilai kontrak Rp923 miliar. Sementara paket 2 yang dikerjakan PT. Brantas Abipraya (Persero) untuk pembangunan infrastruktur pendukung dengan nilai kontrak Rp425 miliar. Sedangkan paket 3 yang dikerjakan PT. Wijaya Karya - PT. Jaya Konstruksi KSO untuk peninggian tubuh bendungan dengan nilai kontrak Rp490 miliar. (Ha)


Hide Ads Show Ads