×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Peternak Dihimbau Jangan Panik, Ini Langkah Pencegahan PMK

12 Mei 2022 | Kamis, Mei 12, 2022 WIB Last Updated 2022-05-12T10:30:28Z

Terkait munculnya Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan ternak di beberapa wilayah di Indonesia, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia ( PPSKI ) menghimbau agar seluruh Peternak Sapi/Kerbau untuk tidak panik dan melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian.

Penyakit Mulut dan Kuku/PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku /PMK merupakan penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang hewan berkuku belah/ Artiodactyla seperti Sapi, Kerbau, Kambing, Domba dan Babi. Untuk mencegah penyaluran diperlukan beberapa langkah pencegahan serta pengendalian.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022), Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menghimbau agar para peternak melakukan langkah dengan meningkatkan Biosecurity di peternakan sebagai berikut.

Tidak memasukkan peternakan baru terutama dari daerah wabah. Tidak mengunjungi tempat-tempat lain terutama peternakan di daerah wabah.

Membatasi lalu lintas orang yang keluar masuk lokasi kandang. Tempat pakan dan minum tidak bercampur. Penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan desinfektan yang efektif.

Tidak melakukan  panic selling  karena tingkat kematian pada hewan dewasa relatif rendah (1–5 persen), tetapi pada sapi, domba, dan babi berusia muda cukup tinggi (hingga 20 persen). Tingkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki pakan dan dukungan terapi seperti vitamin dan mineral agar ternak mampu melawan virus PMK.

PMK bukan merupakan penyakit zoonosis /menular dari hewan dan manusia namun sangat mudah menular ke sesama hewan. Virus partikel ditemukan pada udara yang dihembuskan hewan yang terinfeksi, air liur, air susu, urin, tinja, semen, cairan dari vesikel, hingga cairan amnion dari janin domba teraborsi. Virus PMK dapat masuk ke tubuh hewan pekarangan melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi (terutama melalui aerosol) dan benda-benda yang terkontaminasi (seperti pakaian, sepatu, dan kendaraan).

Segera dilaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala mengarah pada PMK pada petugas di lokasi setempat. Ciri khas penyakit ini adalah munculnya lepuh (vesikel) dan/atau erosi kulit di bagian hidung, lidah, bibir, di dalam rongga mulut (baik di gusi maupun pipi bagian dalam), di sela kuku, dan di puting.

Tanda klinis lain yang sering ditemukan yakni demam (sekitar 40 °C), depresi, hipersalivasi (keluarnya air liur berlebihan), penurunan nafsu makan, berat badan, dan produksi susu, serta hambatan pertumbuhan. (ts)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS