×

Iklan

Indeks Berita

Muncul Ajaran Dewa Matahari di Lebak, Pengikut Dilarang Salat

13 Jul 2022 | Rabu, Juli 13, 2022 WIB Last Updated 2022-07-13T05:24:15Z

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mendalami dugaan penyebaran ajaran dewa matahari yang meresahkan masyarakat di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

"Kami akan membahas masalah ajaran yang disebarkan Natrom, 62, warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, yang mengaku sebagai dewa matahari," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori, Rabu, 13 Juli 2022.

Jika paham tersebut benar dilakukan oleh yang bersangkutan, lanjutnya, hal itu masuk dalam kategori aliran menyimpang dari ajaran Islam.

"Apabila ajaran itu dicampur-adukkan dengan kepercayaan Islam, maka itu tergolong aliran sesat," tegas Ahmad.

MUI Kabupaten Lebak, imbuh dia, akan mendalami kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian.

Awalnya, ajaran itu diduga disebarkan oleh Natrom, pria asal Bekasi, Jawa Barat, yang membeli tanah di Desa Sawarna Bayah, Kabupaten Lebak. Berdasarkan informasi, Natrom diduga menyebarkan ajaran dewa matahari dan warga dilarang salat serta tidak boleh mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw.

Dengan adanya informasi tersebut, warga setempat kemudian membawa Natrom ke Polsek Bayah. Hal itu dilakukan supaya tidak ada amukan massa karena informasi tersebut sudah berkembang di masyarakat.

"Sekarang Natrom sudah diamankan di Polres Lebak," kata Ahmad Hudori.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lebak AKP Indik Rusmono mengatakan saat ini pelaku penyebar ajaran dewa matahari sedang menjalani pemeriksaan atas laporan masyarakat tersebut.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap Natrom yang diduga sebagai dewa matahari," ujarnya.(medcom)

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS